Kamis, 26/05/2011, 04:43:00
Jalur Semarang-Jakarta Dialihkan, Jalan Wilis Ditutup Dua Bulan
FF-Firga Fajar

Perbaikan Jalan Wilis yang menjadi jalur wajib truk dan bus mulai doperbaiki. (Foto: Firga)

PanturaNews (Pekalongan) - Setelah lebih 6 bulan "menyiksa" pengguna jalan serta menimbulkan kecelakaan akibat kondisi yang rusak parah, Jalan Wilis Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akhirnya diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Ruas jalan sepanjang sekitar 1500 meter ini, merupakan by pass antara Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gajah Mada dengan jalur satu arah jurusan Semarang – Jakarta, dan wajib dilalui oleh truk dan bus.

"Selama perbaikan, Jalan Wilis ditutup total selama dua bulan mulai Kamis 26 Mei," ujar Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Joeharno, Kamis 26 Mei 2011.

Karenanya, arus lalu lintas ke arah barat (Jakarta) dialihkan mulai trafic light Ponolawen yang semula lurus ke Jalan Wilis, diarahkan ke Jalan KH Mansyur. 

Pengalihan ini jelas akan membuat kepadatan di Jalan KH Mansyur meningkat, bahkan cenderung padat. Untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi di jalur utama Pantura ini, Satlantas bersama instansi terkait memutuskan memperpanjang durasi "lampu hijau" pada trafic light Argopuro, serta membuka Jalan Hayam Wuruk bagi seluruh jenis kendaraan bertujuan Semarang. "Jalan Hayam Wuruk bebas dilalui segala jenis kendaraan," kata Kasat lantas.

Penutupan Jalan Wilis, sambung Kasat Lantas, dengan pertimbangan agar proses perbaikan jalan dapat berjalan optimal, serta menghindarkan resiko kecelekaan di ringroad tersebut. "Karenanya, kami beserta instansi terkait lainnya, mohon maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penutupan dan pengalihan arus lalin," katanya.

Pemerintah Kota Pekalongan mengaku lega dengan dimulainnya pekerjaan ini. Karena selama ini Pemkot banyak mendapat keluhan dari masyarakat yang prihatin dan beranggapan Jalan Wilis dibiarkan rusak. Bahkan, karena tak sabar, Walikota Pekalongan, Dr Basyir Ahmad sempat menawarkan kepada PU Bina Marga Provinsi Jawa Tengah untuk mengerjakan perbaikan Jalan Wilis. Namun, pihak provinsi menyatakan proses lelang pekerjaannya sudah berjalan. 

Protes masyarakat ke Pemkot lantaran semula Pemkot yang membangun jalur alternatif tersebut. "Namun dalam perkembangannya, Pemkot dan provinsi sepakat bertukar tanggung jawab pemeliharaan. Sekarang Jalan Wilis menjadi jalan provinsi. Sebagai gantinya, Pemkot wajib memelihara Jalan Hayam Wuruk yang dulu asset Pemprov," jelas Kabag Administrasi Pembangunan Kota Pekalongan, Ir Marsudi Ismanto.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita