Rabu, 25/05/2011, 07:52:00
Jalur Tanjakan Ciregol Dibuka Kembali Kamis 26 Mei 2011 Malam
ZM-Zaenal Muttaqin

Beberapa kendaraan roda dua mulai melintas di jalan Ciregol yang masih kondisi darurat. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jalur Tanjakan Ciregol Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, atau di jalan nasional ruas Tegal-Purwokerto, mulai Kamis 26 Mei 2011 pukul 00.00 akan dibuka kembali. Meski begitu hanya kendaraan kecil bertanase rendah yang diperbolehkan melintas, karena kondisi jalan yang belum mungkin dilintasi kendaraan besar dan berat.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Brebes, Suprapto SH, melalui Kepala Terminal Bumiayu, Mardidjono SIP mengatakan, pembukaan jalan Ciregol sifatnya terbatas untuk kendaraan kecil. Yakni kendaraan pribadi, colt diesel, mikro bus dan kendaraan dengan tonase lima ton. "Dibuka mulai nanti malam jam 00.00 tapi masih terbatas untuk kendaraan kecil saja," katanya kepada PanturaNews.Com, Rabu 25 Mei 2011 sore.

Dikatakan, lalu lintas kendaraan akan diberlakukan secara buka tutup satu arah, karena kondisi jalan belum memungkin dilalui secara dua arah. "Lalulintas diberlakukan secara buka tutup karena kondisi jalan masih  bersifat darurat," ujar Ari.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang-Wangon, Dinas Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Tegal, Danang Triwibowo mengatakan, saat ini penanganan

darurat jalan di Tanjakan Ciregol telah memasuki tahap pengerasan dengan lapisan agregat. Dengan kondisi tersebut jalan sudah dapat dilalui meski tetap harus dilakukan pembatasan. "Kalau tidak dibatasi bisa merusak jalan yang masih darurat dan juga mengganggu aktivitas

pekerjaan penanganan darurat," katanya.

Menurutnya, kondisi jalan Ciregol yang ambles setelah terjadi pergerakan tanah kini sudah lebih baik. Turunan tidak lagi tajam setelah dilakukan pengeprasan dan pengarugan dan jalan juga lebih

lebar dari sebelumnya. Pengaspalan rencananya akan dilakukan pada awal Juni mendatang, atau setelah pelapisan agregat atas sepanjang 600 meter selesai. "Belum dilakukan pengaspalan, tapi jalan lebih landai dan lebar," ujar Danang.

Dikatakan, jalan Ciregol akan dibuka tapi ada kekawatiran baru, dengan adanya longsor tebing jalan akibat dihantam arus sungai Pedes yang ada di sisi jalan. Tebing jalan yang longsor berjarak sekitar 150 meter dari lokasi jalan yang ambles. "Kemarin terjadi longsor sehingga badan jalan kini terancam keselamatannya," tutur Danang.

Adanya longsor tersebut, kini tebing jalan hanya berjarak tiga meter dari perkerasan jalan. Kondisi itu akan sangat membahayakan jika sering dilalui kendaraan berat, karena retakan bisa bertambah dan bisa menyebabkan longsor susulan. "Di sebelah jalan kan sungai dengan kedalam tebing sampai 300 meter dan itu bisa longsor," pungkas Danang.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita