Selasa, 24/05/2011, 08:00:00
Iwan Fals: Pondok Pesantren Bukan Sarang Teroris
Musda2-Kuntoro & Takwo Heriyanto

Iwan Fals (kiri) saat dialog budaya extrareligi di Pesantren Azziyadah Desa Karangmalang. (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan memasukan anak-anaknya ke pendidikan di pesantren. Pasalnya, ada jaminan dari Allah SWT untuk memberikan kelayakan hidup. Dan yang lebih utama, para santri memiliki kemampuan menghadapi kehidupan secara realistik dan tidak memaksakan diri.

“Itulah mengapa saya melakukan perjalanan ke 99 pesantren, karena pesantren bukanlah sarang teroris,” kata Iwan Fals saat dialog budaya extrareligi lwan Fals dan Ki Ageng Ganjur di Pesantren Azziyadah Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Selasa 24 Mei 2011 siang.

Menurut Iwan Fals, ada kedamaian yang menyelinap ketika hidup di pesantren. Termasuk kemampuan memasak, mencuci pakaian sendiri, mendoakan orang lain hingga menimba ilmu tanpa merasa kecapaian. Kehidupan berkesenian juga terus menerus dilakukan para santri. Terbukti, disela-sela mengaji, para santri sering bersenandung dengan menabuh rebana.

“Syair-syair Maulid Dziba dan Al Barzanji menjadi sajian mengisi hari-hari santri. Saya yakin akan lahir pemusik-pemusik handal dari pesantren,” tuturnya.

Iwan memandang ada keistimewaan yang dimiliki oleh Pesantren, karena gurunya mendoakan murid-muridnya. Tidak ada lembaga lain selain pesantren yang gurunya mendoakan murid-muridnya. “Berbanggalah memasukan anak-anak kita ke pesantren, jangan memasukan anak kita ke pesantren karena kepepet,” himbaunya.

Sementara Pesantren Azziyadah, Al Sastraouw Al Ngatawi menghimbau masyarakat tidak perlu ikut-ikutan melakukan hal anarkis. Kalau semua orang sudah berani ngritik, saatnya kita berani diam. Berani menebar kedamaian.

“Bang Iwan sudah menggerakan yang keras-keras sejak dulu, tapi sekarang dengan hal-hal yang lembut lewat pesantren,” terang Sastraouw.

Setelah dialog, Iwan melakukan penanaman pohon sukun yang menandakan kedamaian. Sementara, para pengunjung diajak mengangkut sampah-sampah.

Selanjutnya, Iwan Fals bersama Ki Agung Ganjur beserta para ulama setempat melakukan tahlil di pemakaan Kiai Zazuli.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita