Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Pada 15 Juni 2011 mendatang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, direncanakan menjadi tuan rumah Temu Tani Nasioanal untuk membahas berbagai persoalan sistem pertanian serta pengembangan, baik secara kedaerahan (lokal) maupun nasional.
Demikian disampaikan Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Ki Ageng Ranggasana, Selasa 24 Mei 2011.
Menurutnya, tujuan diadakannya kegiatan tersebut guna membahas program-program strategis yang selama ini belum dilaksanakan. "Sebenarnya, Kabupaten Brebes memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Untuk itu, perlu adanya langkah-langkah strategis untuk mengembangkan pertanian di wilayah Brebes," ujarnya.
Dikatakannya, sejumlah program yang bakal diusung, antara lain program sejuta itik yang akan di pusatkan di Kecamatan Bulakamba, dan pembentukan badan penyangga distribusi bawang merah nasional. "HKTI akan membeli bawang merah langsung dari petani, dan akan menyalurkannya ke pasar nasional," terangnya.
Selain itu juga akan dilaksanakan program pabrikasi sampah organik yang akan ditempatkan di wilayah perbatasan Brebes-Tegal. Tak hanya itu, HKTI akan melaksanakan program tanam jagung di atas lahan pertanian seluas 1.000 hektare di wilayah Larangan dan Ketanggungan. Program lainnya adalah penggemukan sapi sebanyak 20.000 ekor dengan memanfaatkan lahan seluas 500 hektare di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan.
"Kami berharap program-program itu bisa meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Kabupaten Brebes. Sehingga, beban untuk mengentaskan kemiskinan oleh pemerintah bisa terbantukan," tandasnya.