Tim dari Disperindag Brebes memberikan pelatihan pada pengrajin tepung tapioka (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 18 Mei 2011 memberikan pelatihan dan bantuan mesin penggiling tepung tapioca, untuk kelompok pengusaha dan pengrajin tapioka yang ada di Desa Kedungoleng dan Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan. Bantuan senilai sekitar Rp 40 juta ini, dimaksudkan untuk meningkatkan kesejateraan pengusaha dan pengrajin repung tapioka yang ada dua desa tersebut.
"Pelatihan dan pemberian bantuan mesin pembuat tapioka ini untuk dua kelompok pengrajin tepung tapioka dari Desa Kedungoleng dan Desa Pakujati dimaksudkan untuk peningkatakan kesejahteraan," kata Kabid Perindustrian Disperindag Brebes, Suranto SH yang mempin langsung kegiatan pelatihan yang digelar di Balai Desa Kedungoleng ini.
Menurut Suranto, pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan para pengrajin dalam memproduksi tepung tapioka yang baik dan memenuhi standar industri kecil. Bantuan mesin pembuat tepung dimaksudkan untuk meningkatkan produksinya. "Kalau hasil poduksinya bagus dan jumlah produksinya meningkat karena permintaannya juga terus meningkat, kesejahteraan pengrajin juga akan meningkat," tuturnya.
Dikatakan, untuk bantuan mesin pembuat tepung tapioka rencananya akan diserahkan langsung oleh Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi bersamaan penyerahan bantuan lainnya untuk masyarakat. "Sekarang kami baru memberikan pelatihan, untuk bantuan mesinya nanti yang serahkan pak Bupati," ucapnya.
Bantuan mesin pembuat tepung tapioka diharapkan bisa tepat guna, karenanya bantuan itu akan terus diwasi dan dievaluasi. Mesin bantuan tidak boleh pindahtangan ke pihak lain, bahkan jika nantinya tidak diomanfaatkan bisa ditarik kembali. "Bantuan mesin itu akan diawasi selama satu tahun, jika selama itu tidak digunakan dengan baik bisa ditarik kembali," tegas Suranto.
Kepala Desa Kedungoleng, Suwaryo menuturkan, industri kecil tepung tapioka yang ada didesanya telah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu dan jumlah pengrajinnya jumlah jug lebih dari 20 orang dan tergabung dalam satu kelompok. "Dari desa tetangganya yakni Pakujati juga ada tapi jumlahnya masih banyak di Kedungoleng," katanya.
Industri tepung tapioka mulanya digeluti oleh warga secara tradisonal dan sederhana, tapi kini sudah mulai menggunakan peralatan modern. Hasil produk tepungnya juga banyak diminati konsumen dan memasok kebutuhan lokal dan luar daerah. "Untuk lokal juga ada, tapi banyak dikirim juga ke daerah Tegal dan Banyumas," pungkas Suwaryo.