Sabtu, 26/03/2011, 12:27:00
Perlengkapan Vespa Tua Bikinan Anto Pagongan, Mirip Aslinya
SDS-Sonni Dwi Sasono

Proses finishing pembuatan lampu Vespa tua tahun 1955, digarap dengan hati-hati agar hasilnya halus dan mirip aslinya. (Foto: Sonni)

PanturaNews (Tegal) – Tegal disebut sebagai Jepangnya Indonesia memang bukan isapan jempol belaka. Sudah terbukti wong Tegal mampu menjiplak produk-produk bikinan Jepang dengan bentuk persis, meskipun dari sisi kualitas tentu masih perlu diuji. Tidak hanya Jepang, produk Italia pun tidak luput dari jiplakan wong Tegal.

Di Desa Pagongan Jalan Abdul Sukur Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ada home industri dengan peralatan sederhana yang mampu membuat asesoris Vespa tua Itali. Mulai dari stang Vespa tua tahun 1961 – 1965, lampu tahun 1955, tepong tua dan lainnya diproduksi dengan halus mirip aslinya.

Adalah Anto, pemuda kreatif pemilik home industri asesoris Vespa ini, sudah setahun lebih menggeluti usaha replika perlengkapan Vespa. Menurut pria yang akrab disapa Anto Pagongan, awalnya dia tertarik dengan harga stang Vespa tua bekas yang sangat mahal, yakni mencapai Rp 1 sampai Rp 1,5 juta.

Sebagai pemuda yang biasa menggeluti pengolahan logam, Anto tertantang untuk membuat perlengkapan Vespa tua, dan yakin bisa menjual dengan harga jauh lebih murah. Anto pun membeli stang asli yang kemudian dibelah dan ditirunya dengan bentuk persis.

“Begitu jadi satu, langsung saya pasang di Vespa sendiri. Lalu saya ceritakan pada teman-teman dan mereka tertarik membeli. Mulailah saya produksi sedikit demi sedikit dan saya tawarkan ke toko di Jakarta. Ternyata laku, sehingga akhirnya saya keterusan sampai sekarang,” tutur Anto di bengkelnya, Sabtu 26 Maret 2011.

Satu set stang Vespa tua produksi Anto, biasa dijual sekitar Rp 400 ribu per unit tidak termasuk ongkos kirim. Lampu tahun 1955 dijual Rp 200 ribu. Sekarang produknya bahkan sudah ada yang dikirim ke Nusa Tenggara Barat.

“Stang bikinan Anto memang cukup bagus, hanya lubang kabelnya yang perlu sedikit diperlebar. Saya sebagai bengkel kadang repot memasukkan kabel kopling dan persneileng, tapi saya dengar produk yang baru sudah mulai disempurnakan,” ujar salah satu pemilik bengkel khusus Vespa di Tegal.

Sekilas memang sulit membedakan produk orisinil Vespa Piagio dengan bikinan Anto Pagongan, karena letak perbedaannya cuma di garis cetakan yang tersembunyi. ”Karena bentuknya persis sama, apalagi kalau sudah dicat rapi makanya saya mending pakai bikinan Tegal saja. Lebih murah meriah. Kalau sudah dipasang, orang yang melihat tahunya saya pakai Vespa endog yang harganya selangit,” ungkap Mus, Pengurus Club Vespa Tegal Bahari.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita