Direktur KfW, Bjorn Thies menyerahkan sertifikat penghapusan hutang kepada Plt. Dirjend Pendidikan Dasar Kemendiknas, Suyanto di Jakarta. (Foto: Humas Kemendiknas)
PenturaNews (Jakarta) - Pemerintah Republik Federal Jerman menghapus hutang Indonesia sebesar 23 juta Euro melalui Program Debt Swap II untuk Pendidikan. Penghapusan hutang ini dilakukan setelah Indonesia memenuhi syarat untuk membangun sebanyak 100 Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Pertama (USB-SMP) di 36 kabupaten di kawasan Indonesia bagian timur.
Nilai pokok hutang yang dihapus tersebut, dua kali lipat dari dana yang dikeluarkan pemerintah sebanyak Rp 141,72 miliar.
Demikian dikatakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Moh Nuh usai penyerahan sertifikat Penghapusan Hutang Program Debt Swap IV untuk pendidikan yang diserahkan oleh Direktur Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW), Bjorn Thies kepada Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Suyanto, di Jakarta Kamis 24 Maret 2011.
Mendiknas menyampaikan, program Debt Swap berikutnya yang dipersiapkan, adalah untuk program beasiswa bagi dosen yang akan melakukan studi S2 dan S3 di Jerman.
Menyinggung tentang persyaratan membangun sebanyak 100 unit sekolah baru sekolah menengah pertama (USB-SMP) di 36 kabupaten di kawasan Indonesia bagian timur, Moh Nuh mengatakan persyaratan lokasi pembangunan USB berada di daerah miskin, angka partisipasi kasar (APK) di bawah 70, dan tidak ada sekolah yang sama dalam radius lima kilometer.
Persyaratan lainnya, bagi kabupaten yang mendapatkan pembangunan USB bersedia, menjamin beroperasinya sekolah tersebut minimal 20 tahun dengan mengacu pada standar pelayanan minimum, menyediakan lahan siap bangun minimal 6.000 meter persegi, menjamin dapat merekrut siswa baru minimal 30 siswa, menjamin kelancaran operasional USB melalui penyediaan guru, kepala sekolah, dan staf administrasi, serta mengalokasikan dana melalui APBD.
Suyanto pada kesempatan itu menjelaskan, penghapusan hutang (Debt Swap) II merupakan kali ketiga. Program Debt Swap I For Education pada 2006 sebanyak 25,56 juta Euro untuk pembangunan pusat sumber belajar di 511 sekolah dasar (SD) di 17 provinsi dengan nilai Rp 125 miliar.
Kemudian program Debt Swap Iv For Education pada 2010 menghapus hutang pokok sebanyak 20 juta Euro untuk program peningkatan mutu pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pasca bencana gempa bumi. Total untuk pendidikan dasar telah menghapuskan utang pemerintah sebesar Rp 750 miliar.
Humas Kemendiknas: Arif Budiman