Senin, 21/03/2011, 21:06:00
Dukung Usaha Mikro, Suku Bunga Kredit Harus Diturunkan
SL-SL Gaharu

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Untuk meningkatkan pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah kerja kantor Bank Indonesia Kota Tegal, perlu dilakukan penurunan bunga pinjaman oleh Bank yang memberikan fasilitas kredit.

Hal itu ditegaskan Kepala Bank Indonesia Kota Tegal, Yoni Depari, dalam seminar sehari menggagas sinergi antara Pemerintah Daerah, Perbankan dan pelaku usaha dalam pengembangan potensi daerah di hotel Plaza, Senin 21 Maret 2011.

“Jika kita ingin meningkatkan sektor usaha mikro kecil menengah, hendaknya semua Bank yang memberikan fasilitas kredit bagi UMKM harus menurunkan suku bunga pinjaman kreditnya,” kata Yoni. 
Menurut Yoni, sektor UMKM memiliki peluang yang potensial dalam mensejahterkan rakyat. Berdasarkan data akhir tahun 2010, pangsa kredit UMKM dalam total kredit perbankan mencapai 53,32 persen dan pertumbuhannya mencapai 25,17 persen. Sesuai angka tersebut, kredit sektor UMKM menunjukkan dominasi dari total kredit. Selain itu, tingkat kredit macet UMKM sebesar 2,65 persen lebih rendah dibandingkan kredit yang dilakukan oleh sektor non UMKM mencapai 3,51 persen.
Lebih jauh dikatakan, selama ini tingginya bunga pinjaman perbankan untuk sektor UMKM masih menjadi kendala. Bunga Bank untuk kredit UMKM terbukti masih lebih tinggi dibandingkan bunga kredit sektor korporasi lainnya. Agar ada peningkatan pada sektor UMKM maka suku bunga pinjaman harus diturunkan. Suku bunga pinjaman yang tinggi mengakibatkan penyaluran dana Bank untuk permodalan tidak berjalan maksimal. Bahkan untuk Bank Indonesia wilayah Kota Tegal masih ada dana sebesar Rp 500 triliun yang belum terserap.
”Agar ada peningkatan sektor UMKM, Bank Indonesia mewajibkan setiap Bank mencantumkan rencana penyaluran kredit UMKM dalam rencana bisnis Bank. Selain itu Bank juga harus mensinergikan pembiayaan melalui linkcage program antara bank umum dengan BPR. Perkembangan kredit di tahun 2011 ini diperkirakan akan tumbuh antara 20 persen hingga 30 persen,” ujarnya.
Sementara Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak, pada kesempatan itu mengatakan, kendala yang menghambat perkembangan sektor UMKM adalah masalah permodalan, dengan adanya informasi tidak maksimalnya penyerapan dana yang disiapkan Bank Indonesia maka perlu dilakukan upaya - upaya untuk membantu peningkatan penyaluran kredit.
”Kami sangat setuju jika ada penurunan suku bunga pinjaman, karena hal ini akan meningkatkan jumlah permintaan kredit khususnya sektor UMKM yang merupakan salah satu penggerak ekonomi di Kota Tegal dan sekitarnya,” tegas Ikmal.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita