Minggu, 06/03/2011, 12:37:00
Kepengurusan PPDI Pecah, Perangkat Desa Harus Netral
AZ-Agus Zahid

Sejumlah perangkat desa yang mengklaim anggota PPDI Kabupaten Pekalongan ketika melakukan konsolidasi dan silaturrahmi dengan Pasangan calon bupati - wakil bupati, Pontjo - Broto di Kota Pekalongan. (Foto: Dok/Agus Zahid)

PanturaNews (Pekalongan) - Jelang Pemilihan Umum Kepala Daearah (Pemilukada) Kabupaten Pekalongan 01 Mei 2011 mendatang, Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) setempat pecah. Karena itu, Pengurus Pusat (PPDI) mengintruksikan agar para perangkat desa untuk menjaga netralitas.

PPDI Kabupaten Pekalongan tetap komitmen dalam perjuangan untuk mensejahterakan anggotanya menuju kehidupan yang layak. Karena itu, seluruh anggota diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga tujuan itu bisa tercapai.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PPDI Kabupaten Pekalongan, Mugiono kepada PanturaNews Minggu 06 Maret 2011 pukul 08.00 WIB, saat menanggapi adanya rencana pertemuan beberapa perangkat desa yang diduga mengatasnamakan PPDI untuk mendukung calon bupati tertentu.

Secara kelembagaan, PPDI tetap mendukung terselenggaranya Pemilukada Kabupaten Pekalongan agar berjalan lancar, sukses, aman dan demokratis. Karena itu, dihimbau agar setiap anggota untuk menggunakan hak pilihnya masing-masing. Secara kelembagaan pula, PPDI tidak mendukung salah satu calon bupati atau wakil bupati dalam Pemilukada, karena hal itu akan menimbulkan konflik di internal PPDI.

"Kami minta anggota PPDI, khususnya di Kabupaten Pekalongan tetap menjaga netralitas dalam Pemilukada. Jangan sampai terpecah belah karena terjebak pada kepentingan politik (Dukung mendukung salah satu calon-Red)," lanjut Mugiono.

Pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap oknum anggotanya yang sengaja mengatas namakan organisasi PPDI, hanya untuk mendukung salah satu calon demi kepentingan pribadi. Apalagi melakukan mobilisasi untuk mensukseskan calon tertentu.

"Kita akan memberikan sanksi terhadap anggota yang melanggar. Tetapi secara resmi saya pikir tidak ada yang demikian. Memang ada laporan beberapa perangkat yang mengatas namakan PPDI, itu nanti kita akan klarifikasi," ujar Mugiono

Sementara, Ketua PPDI Kabupaten Pekalongan, Sugianto menegaskan PPDI Kabupaten Pekalongan tetap komitmen dengan tujuan semula, yakni memperjuangkan kesejahteraan perangkat untuk mencapai kehidupan yang layak. Secara resmi PPDI tidak melakukan pertemuan atau mendukung salah satu calon bupati atau wakil bupati pada Pemilukada mendatang.

"Perlu kami tegaskan, PPDI tidak ada pertemuan (komitmen dukung-mendukung-Red) dengan salah satu calon. Kalau mengatasnamakan pribadi silahkan, kita masih fokus pada perjuangan

untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, dan hasilnya Alhamdulillah sudah ada respon baik dari pemerintah," tutur Sugianto.

Sekedar diketahui, bahwa Kepengurusan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan terdapat 2 versi, yakni PPDI versi Sugianto dan PPDI versi Nanang. Keduanya bersikukuh sebagai kepengurusan yang sah.

Seperti pernah diberitakan, PPDI versi Nanang secara tranparan mendukung pasangan Pontjo-Broto. Sedang PPDI versi Sugiarto mengaku tidak pernah melakukan kesepakatan dengan salah satu calon, karena masih konsentrasi memperjuangkan nasib anggotanya di Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dalam peningkatan kesejahteraan anggota.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita