Sebanyak 19 rumah di Perumahan Bedeng tinggal puing-puing setelah dilalap di jago merah. (Foto: Humas Pemkot Tegal)
PanturaNews (Tegal) – Sedikitnya 19 rumah di Perumahan Bedeng Jalan Abimanyu Kelurahan Slerok RT 01 RW I, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang lokasinya sekitar 25 meter dari Depo Pertamina Unit Pemasaran Tegal, ludes terbakar, Jumat 25 Februari 2011 pukul 07.30 WIB. Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun PanturaNews menyebutkan, api diduga bersumber ledakan tabung gas yang menyambar bensin dari salan satu rumah di bagian timur, setelah sebelumnya terdengar suara ledakan yang cukup keras. Ketika beberapa penghuni perumahan yang padat keluar rumah, api sudah berkobar dan dengan cepat menjalar ke arah barat.
Api yang menjalar sangat cepat, baru berhasil dipadamkan sekitar tiga jam kemudian dengan enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Tegal dan bantuan dari Kabupaten Tegal serta Kabupaten Brebes. Untuk mengamankan lokasi dan proses pemadaman, puluhan petugas dari Polres Tegal Kota diterjunkan, sekaligus Jalan Abimaju ditutup sementara.
Wagiman (84), salah satu warga yang rumahnya ludes dilalap api mengatakan, setelah mendengar ledakan yang sangat keras, dia keluar rumah dan melihat kobaran api. Karena panik, dia bersama istrinya, Juriyah (50) menyelamatkan diri. Saat itu anak-anaknya tidak di rumah, berangkat kerja dan sekolah.
“Saya mendengar suara ledakan yang sangat keras dari rumah milik Nurwedi, tapi saya tidak tahu apa yang meledak, mungkin kompor gas. Saya panik dan tidak sempat menyelamatkan barang-barang, yang penting menyelamatkan nyawa. Semuanya habis terbakar, termasuk surat-surat penting,” tutur Wagiman sambil menitikkan air mata.
Saat terjadi kebakaran sempat terjadi ketegangan, karena warga takut api akan menyambar ke Depo Pertamina yang letaknya di seberang jalan sekitar 25 meter. Petugas dari Dopo siaga dengan pemadam kebakaran.
Kapolresta Tegal Kota melalui Kabag Ops, Kompol Endang Zaenal, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. “Sejumlah barang bukti sudah dikumpulkan, dan beberapa saksi termasuk korban kebakaran dimintai keterangan,” tuturnya.
Pemkot Tegal sudah menyiapkan dua tempat pengungsian sementara, yakni di Aula Sebayu FM di Jalan Perintis Kemerdekaan dan di GOR Wisanggeni. 19 rumah yang terbakar dihuni oleh 20 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 80 jiwa. Sedangkan 12 rumah yang ludes terbakar bahkan ambruk adalah milik Nurwedi, H Darmo, H Karnawi, Niswan, Supardjo, Agus, Tamaji, Sukirno, Waryoto, Sugeng dan Rustandi.