Ribuan warga rebutan makanan dan buah-buahan pada Gebyar Maulid di Alun-alun Kabupaten Pekalongan (Foto: Agus Zahid)
PanturaNews (Pekalongan) - Ribuan masyarakat berebut nasi gunungan, palawija dan buah-buahan dalam kirab seni budaya Gebyar Maulid yang di gelar Pemkab Pekalongan di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin 14 Februari 2011.
Kirab Seni Budaya merupakan tradisi Gebyar Maulid untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1432 Hijriah, bertepatan dengan 15 Februari 2011 yang diadakan setiap tahun.
Bupati Pekalongan, Dr Hj Siti Qomariyah MA menjelaskan, kirab seni budaya merupakan tradisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang perlu dilestarikan. Pasalnya, kegiatan itu mengandung unsur-unsur positif. Selain mensyukuri nikmat Allah atas segala karunia yang diberikan, juga untuk mengenang perjuangan para pendiri Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan historis, lanjut dia, Pemkab Pekalongan yang berdiri pada 12 Robiul Awal, tepat dengan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.
"Tradisi ini akan kita lestarikan karena mengandung makna positif terhadap kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Bupati meminta agar pelaksanaanya berlangsung lancar aman dan tidak menimbulkan masalah dibelakang hari. Karena itu, masyarakat dapat menahan diri untuk tidak saling berebut terhadap makanan atau buah-buahan yang disediakan dalam kirab seni budaya tersebut. Masyarakat diminta tertib dalam memperoleh selamatan tanpa harus saling berebut.
"Semuanya dapat menikmati secukupnya, sesuai dengan kebutuhan dan tidak perlu saling berebut," himbaunya.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H Asif Kholbihi SH juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap melestarikan karena mengandung nilai-nilai positif. Selain sebagai upaya untuk bersyukur juga dapat mendekatkan masyarakat dengan pemerintah melalui tradisi yang sesuai dengan kearifan lokal. "Siapapun bupatinya nanti, tradisi ini hendaknya tetap dipertahankan," pesan Asif.
Gebyar Maulid diawali dengan senam kesehatan pada pukul 08.30. WIB, dilanjutkan kirab pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan pengajian umum dengan menghadirkan Habib Muhammad Luthfi bin Ali pada pukul 21.00 WIB. Sebelumnya juga digelar seni budaya dengan menampilkan wayang dan ketoprak.