Minggu, 13/02/2011, 18:35:00
Bahan Baku Langka, Omzet Usaha Ikan Asin Alami Penurunan
JAY-Riyanto Jayeng

Penjemuran ikan asin mulai berkurang sejak perolehan nelayan menurun. (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Langkanya bahan baku ikan membuat sejumlah pengusaha ikan asin di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengalami penurunan produksi. Salah seorang pengusaha ikan asin, Hj Saonah (44) mengaku, sejak beberapa bulan terakhir mengalami penurunan omzet produksi. Menurutnya, penurunan omzet produksi itu juga dipengaruhi oleh faktor cuaca sepanjang musim penghujan yang tidak menentu.

“Biasanya dalam seminggu kami mampu 2 kali mengirim ikan asin ke pemesan, yang setiap pengiriman  sebanyak 7-10 ton. Namun sejak beberapa bulan terakhir dengan kondisi cuaca ekstrim yang berdampak terhadap langkanya bahan baku, kami hanya mampu mengirim sekali dalam seminggu,” kata Hj Saonah, Minggu 13 Pebruari 2011.

Menurut Hj Saonah, saat ini jenis ikan yang diproduksi menjadi ikan asin adalah ikan-ikan kecil yang kurang memiliki nilai jual. Seperti ikan Kuniran, Utik, Petek, dan sembarang ikan yang kurang banyak peminatnya. Sebelumnya, pada kondisi cuaca normal, dirinya mampu memproduksi ikan asin dari jenis ikan Layang, Banyar, Tigawaja dan ikan lain yang banyak peminatnya.

“Kalau ikannya dari jenis ikan yang kurang laku di pasaran, maka hal itu akan berdampak terhadap omzet produksi dan penjualan. Biasanya kami memproduksi ikan asin dari jenis ikan seperti ikan Layang, Banyar dan Tiga Waja. Ketiga jenis ikan itu banyak peminatnya di pasaran ikan asin,” jelasnya.

Di sisi lain, saonah menceritakan bahwa produksi ikan asinnya lebih banyak dijual ke pasaran ikan asin di wilayah Sumatera. Sedangkan, sebagian dari produksinya di jual ke wilayah pegunungan di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Wonosobo.

“Meskipun mengalami penurunan dalam produksi, namun pasar penjualan masih lumayan. Seringnya kami menjual produksi kami ke Sumatera dan sebagian ke pemesan di wilayah Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga. Untuk harga jual relative masih aman, artinya tidak mengalami penurunan drastis, masih sesuai standar,” tandas Saonah.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita