Jumat, 04/02/2011, 18:25:00
Sekolah Pungut Iuran Rehab Pagar, Sejumlah Wali Murid Protes
TK-Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes)  - Sejumlah wali murid SDN 07 Kabupaten Brebes, JawaTengah, protes adanya iuran untuk pemugaran pagar depan sekolah sebesar Rp 100 ribu. Sebab, iuran tersebut dibebankan kepada semua siswa dari kelas I hingga kelas VI. Padahal iuran yang diminta lewat surat edaran, dinilai sangat memberatkan.

Dikatakan JF, salah satu wali murid saat dikonfirmasi PanturaNews, Jumat 04 Februari 2011, pihaknya sangat keberatan dengan kebijakan sekolah yang meminta iuran sebesar Rp 100 ribu untuk pemugaran pagar depan sekolah.

"Padahal, kondisi perekonomian saya saat ini sedang tidak lancar. Jelas, saya keberatan dengan pungutan itu, karena nominalnya cukup besar," katanya.

Senada juga dikatakan oleh beberapa wali murid lainnya. Mereka mengaku sangat keberatan dengan pungutan Rp 100 ribu setiap siswa untuk merehab pagar depan sekolah.

"Kondisi pagar depan sekolah masih bagus, kenapa harus dipugar. Ironisnya biayanya dibebankan kepada siswa. Kalau memang mau direhab, pihak sekolah seharusnya mencari dana dari pemerintah," ujarnya.

Ditambahkan, siswa SDN 07 Brebes diperkirakan mencapai 250 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Sedangkan bila dihitung per siswa Rp 100 ribu, dikalikan 250 siswa berarti jumlah uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 25 juta. Sedangkan bila dilihat untuk perehaban pagar diperkirakan hanya butuh biaya Rp 10 juta saja.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 07 Brebes, Tuti, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan adanya pungutan Rp 100 ribu untuk pembangunan pagar sekolah.

"Rencana ini juga sudah dikordinaskan dengan komite sekolah. Gitu ajah dulu mas. Nanti saya hubungi balik. Sebab, sekarang saya sedang dalam perjalanan,'' katanya saat dihubungi via ponselnya.

Meski begitu, hingga berita ini diturunkan Tuti tak kunjung memberikan informasi, atau tanggapan atas keluhan sejumlah wali murid soal pungutan Rp 100 ribu yang dinilai memberatkan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita