Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak (Foto: SL Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Menyikapi keluhan sebagian warga miskin yang mengadu kepada anggota DPRD, terkait jeleknya kwalitas beras gratis (Rastis) pembagian tahap III tahun 2010, Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak saat dikonfirmasi, menegaskan akan memerintahkan kepada Dinsosnakertrans untuk meminta kepada rekanan pemenang lelang pengadaan rastis mengganti semua beras yang kondisinya tidak layak konsumsi.
“Saya turut prihatin dengan kejadian itu, saya akan perintahkan Dinsosnakertrans untuk segera mengganti beras gratis yang menurut pengaduan itu tidak layak dikonsumsi,” ujar Ikmal Jaya, Rabu 19 Januari 2011.
Ikmal menjelaskan, bahwa proyek pengadaan rastis adalah bagian dari program bantuan sarana bagi warga miskin. Program tersebut dimaksudkan agar warga miskin yang berada di Kota Tegal, dapat sedikit diringankan bebannya dalam memenuhi kebutuhan pokok berupa beras. Oleh karenanya, Pemkot wajib memberi bantuan beras gratis yang kondisinya layak untuk dikonsumsi.
Sebelumnya, Direktur CV Karya Beta Jaya, Syafik Abdullah, selaku pemenang lelang proyek pengadaan rastis tahap III tahun 2010 mengatakan, bahwa dirinya sudah menepati pengadaan beras dengan spesifikasi kwalitas II, sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak kerja.
Akan tetapi dirinya tidak menampik kenyataan, apabila dalam realisasinya terdapat beras yang menurut penilaian orang lain jelek dan tidak layak konsumsi. Hal itu terjadi bukan lantaran disengaja, namun karena kelalaian semata.
“Kami selaku rekanan sudah berusaha sebaik-baiknya dalam melaksanakan pengadaan beras ini. Bahkan kami juga sangat yakin sekali bahwa beras yang kami sosoh di tempat penyososhan Pasar Beras Martoloyo, Kota Tegal tidak bercampur dengan benda lain seperti jagung. Namun jika benar ada warga yang menerima beras kami dalam kondisi tidak layak konsumsi, maka kami konsekuen akan menggantinya seratus persen atau kami ganti 10 ton sekalian,” jelas Syafik.
Sementara, Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal, H Sumito SIP, saat dikonfirmasi mengatakan, selama seminggu sejak didistribusikannya rastis tersebut, pihaknya sudah melakukan kroscek ke lapangan untuk memantau jika ada warga yang mendapatkan beras tidak layak konsumsi.
“Saat kami monitoring intensif selama seminggu pasca pembagian beras gratis itu, tidak ada satupun warga yang mengeluhkan kondisi beras jelek atau tidak layak konsumsi. Akan tetapi, kami tetap akan mengganti jika dikemudian hari ada warga yang mengeluhkan perihal tersebut,” tandas Sumito.