Pondasi Jembatan Plompong ambrol dan memutuskan jembatan satu-satu penghubung bagi ribuan warga Desa Plompong. (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Jembatan Plompong yang membentang di Kalikeruh dan menjadi satu-satunya akses menuju Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya putus, Senin 20 Desember 2010 sekitar pukul 21.30 WIB, setelah sebelumnya mengalami kondisi kritis. Akibatnya, ribuan warga desa terisolir.
"Jembatan putus, warga terisolir, tidak bisa keluar desa," kata Kepala Desa Plompong, Ikhya Ulumudin saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa 21 Desember 2010 pagi.
Salah satu pondasi jembatan yang sudah menggantung, ambrol setelah diterjang arus deras sungai. Selain itu, tanah di sekitar pondasi retak-retak sejak lama, tapi belum ada penanganan. Akibat ambruknya jembatan, warga Desa Plompong yang jumlahnya lebih dari 10 ribu jiwa terisolir. Jembatan tersebut merupakan satu-satu akses menuju pusat pemerintahan kecamatan dan juga ke desa-desa lain.
Putusnya jembatan sepanjang 90 meter dan terletak di perbatasan antara Desa Plompong dengan Desa Kaliloka itu, mengakibatkan jalur transportasi juga putus. Kendaraan roda dua atau lebih, dan pejalan kaki tidak bisa melintas.
Menurut Ulumudin, jika akan keluar warga desanya harus memutar arah melewati dua wilayah kecamatan lain untuk menuju ke pusat pemerintahan kecamatan. Putusnya jembatan akan berdampak buruk bagi perekonomian warga Plompong.
"Kami terisolir, untuk keluar desa harus melewati wilayah Kecamatan Paguyangan dan Bumiayu, dengan biaya transportasi lima kali lipat," tuturnya.
Sebelumnya Ulumudin sudah menyatakan kondisi jembatan Polmpong dalam keadaan kritis. Pihaknya telah melaporkan kondisi jembatan itu ke Camat Sirampog untuk dilanjutkan ke Pemkab Brebes agar segera dilakukan penanganan. "Sudah kami laporkan dan diharapkan ada penanganan segera," katanya.
Nurrofik (42), warga setempat mengatakan, pondasi jembatan tergerus arus sungai akibat hujan deras yang terjadi setiap hari. "Arus sungai juga berpindah dari bagian tengah ke pinggir, sehingga aliran air menerjang pondasi samping," ujarnya.