Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Empat perwakilan kelompok penyandang cacat Bahari, binaan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal, Jawa Tengah, ikuti gelar pameran produk ketrampilan kaki-tangan palsu dan alat bantu tuna daksa di Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, 21 - 23 Desember 2010.
Menurut Kasi Bantuan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal, Heru Supandi, even pameran yang diikuti kelompok penyandang cacat se Jawa Tengah itu, digelar dalam rangka memperingati hari penyandang cacat internasional.
“Dalam even pameran itu kami mengirimkan 4 orang anggota Kelompok Penyandang Cacat Bahari untuk memamerkan produk ketrampilannya berupa kaki dan tangan palsu serta beberapa alat Bantu penyandang cacat seperti Kerk Ketiak, Kursi roda, Walker, alat bantu dengar dan sejumlah barang ketrampilan lainnya,” kata Heru, Senin 20 Desember 2010.
Sementara, Ketua Kelompok Penyandang Cacat Bahari Kota Tegal, Imamudin, mengatakan, keikutsertaan kelompoknya dalam even pameran tingkat Jateng merupakan prestasi. Menurutnya, selama ini kelompok penyandang cacat Bahari hanya mengandalkan bantuan berupa alat Bantu dan kaki-tangan palsu dari pihak swasta.
“Akan tetapi sejak awal 2010, kami sudah bisa membuat kaki-tangan palsu dan alat bantu tuna daksa sendiri. Setelah mendapat pelatihan rutin dari instruktur yang kami datangkan dari Jakarta,” kata Imam.
Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal, H Sumito SIP mengatakan, kiprah penyandang cacat yang diakomodir oleh kelompok penyandang cacat Bahari, semakin nyata dalam menapaki kemajuan. Dari yang semula hanya menjadi kelompok penerima bantuan, kini sudah beralih menjadi kelompok produsen alat-alat Bantu penyandang cacat.
“Keikutsertaan dalam pameran itu dapat menjadi bukti bahwa pembinaan dan pemberian bantuan berupa dana dari APBD II, APBD I dan APBN sangatlah berarti bagi mereka. Sebab hari-hari para penyandang cacat itu kini penuh kreatifitas dan semakin produktif,” tandas Sumito.