Kamis, 02/12/2010, 16:10:00
Tanah Retak dan Amblas, Tebing Dua Sungai Ambrol
ZM-Zaenal Muttaqin

Ilustrasi bencana tanah retak dan amblas.

PanturaNews (Brebes) - Tujuh rumah dilaporkan rusak dan puluhan lainnya terancam keselamatannya, akibat bencana alam tanah retak dan ambles di Desa Karangpari dan Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selain itu, tebing pengaman Sungai Secang ambrol sepanjang 15 meter dan tebing pengaman Sungai Cidadap ambrol sepanjang 10 meter.

Rumah yang mengalami kerusakan tepatnya di RT 02 RW 05 Desa Karangpari dan yang terancam keselamatannya ada di Desa Terlaya. Kerugian materi akibat bencana alam itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Camat Bantarkawung, Edi Sudarmanto SIP melalui Kasi Sosial, Dalmadi SH kepada PanturaNews, Kamis 02 Desember 2010 siang menuturkan, tujuh rumah rusak di Desa Karangpari akibat tanah di sekitarnya mengalami retak-retak dan ambles. "Tanah sekitarnya retak-retak dan ambles, sehingga berakibat bangunan rumah warga juga mengalami retak-retak pada pondasi dan dindingnya," jelasnya.

Rumah warga yang mengalami kerusakan adalah milik Tedi (42), Casin (31), Rudi (40), Tasdik (40), Mutaqin (30), Sunar (48) dan Habib (42). Ketujuh warga tersebut sehari-hari bekerja sebagai petani. Di sekitar lokasi itu juga, jalan desa mengalami ambles sepanjang 200 meter, dengan kedalaman hampir 50 centimeter. Sehingga, jalan desa itu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Kerusakan rumah warga dan amblesnya jalan itu terjadi setelah turun hujan deras, Selasa 31 November 2010 sore lalu. "Seperti yang dilaporkan oleh Kepala Desa Karangpari, bencana alam tanah ambles yang merusak rumah dan jalan itu akibat hujan deras pada Selasa sore," kata Dalmadi.

Masih akibat hujan deras pula, tebing pengaman dua sungai di Desa Terlaya, ambrol dan mengancam keselamatan pemukiman warga di sekitarnya. Yakni, tebing pengaman Sungai Secang setinggi tiga meter di RT 04 RW 02 ambrol sepanjang 15 meter dan tebing pengaman Sungai Cidadap setinggi dua meter di RT 08 RW 02 ambrol sepanjang 10 meter.

"Seperti dilaporkan juga, ambrolnya tebing Sungai Secang mengancam sekitar 30 rumah warga dan ambrolnya tebing Sungai Cidadap mengancam empat rumah warga didekatnya," ujar Dalmadi.

Selain itu, lanjut Dalmadi, jalan lingkungan pedesaan di Terlaya yang dibangun dengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tahun 2010 ini juga rusak. Jalan dengan kontruksi rabat beton itu ambles sedalam 50 centimeter sepanjang 14 meter. "Jalan beton yang dibangun dengan dana PNPM juga rusak akibat hujan deras," ujarnya.

Meski belum diketahui jumlah pastinya, bencana alam yang telah dilaporkan ke Pemkab Brebes itu diperkirakan kerugiannya mencapai ratusan juta. "Jumlah pastinya belum dihitung tapi sekitar Rp 150 juta kerugiannya, dan sudah kami laporkan ke Pemkab Brebes untuk dilakukan penanganan selanjutnya," pungkas Dalmadi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita