Senin, 10/08/2026, 18:45:42
Soal Penangan Sampah di Kota Tegal, Shanty Alda Sarankan Gunakan Teknologi
Sampah
LAPORAN JOHARI

Anggora Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia SH

PanturaNews (Tegal) — Persoalan sampah, selama ini menjadi momok di setiap daerah. Pasalnya, jika salah urus maka akan menimbulkan masalah di masyarakat.

Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menggelar reses sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan tema Sosialisasi dan Bimtek Implementasi Pengelolaan Sampah Berbasis Pertisipasi Masyarakat, di Dapoer Tempo Doeloe, Tegal Senin 10 Agustus 2026.

​Dalam kesempatan tersebut, Shanty menegaskan komitmen DPR RI dalam mendukung upaya penanggulangan masalah sampah di daerah melalui program-program konkret dari pemerintah pusat.

​"Dukungan dari DPR RI berupa program-program yang diberikan oleh Kementerian LHK, di antaranya bantuan bentor (motor) sampah serta penyediaan bak-bak sampah untuk mendukung program daur ulang," ujar Shanty.

​Lebih lanjut, legislator PDI Perjuangan ini menyoroti pentingnya adopsi teknologi modern dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, seperti Refuse Derived Fuel (RDF), budidaya Black Soldier Fly (BSF), hingga teknologi pirolisis.

​Namun, ia menekankan bahwa penerapan berbagai teknologi tersebut harus diimbangi dengan payung hukum yang memadai.

"Banyak teknologi pengelolaan sampah saat ini. Namun, pengembangan teknologi tersebut juga memerlukan dukungan aturan dan regulasi yang kondusif," tambahnya.

Persoalan sampah di Kota Tegal memang memerlukan penanganan serius. Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, mengungkapkan bahwa Kota Tegal saat ini berada dalam kondisi darurat sampah.

Penumpukan volume sampah di TPA Muarareja menjadi salah satu masalah utama akibat belum optimalnya rencana operasional TPA Bokong Semar.

Kusnendro menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mengalokasikan anggaran setiap tahunnya serta meluncurkan program pendampingan, seperti menjadikan dinas dan instansi sebagai "bapak asuh" bagi kelurahan guna menekan produksi sampah. 

Meski demikian, keterbatasan sarana seperti bak sampah terpilah masih menjadi kendala di lapangan.

​"Kami berharap Ibu Shanty dapat mengawal aspirasi warga Tegal di tingkat pusat, khususnya agar TPA Bokong Semar dapat difungsikan secara maksimal dan persoalan sampah di Kota Tegal dapat teratasi dengan baik," harap Kusnendro.

​Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tegal, Ardi Arafiq, menyambut hangat kedatangan Shanty Aldha dalam agenda reses tersebut.

Selain membawa dampak positif bagi penanganan lingkungan, kehadiran Shanty juga memberikan dorongan motivasi bagi para kader di daerah.

​"Kami mengucapkan selamat datang kepada Ibu Shanty di Kota Tegal. Kehadiran beliau memberikan motivasi bagi kami untuk semakin bersemangat dan terus berjuang memenangkan PDI Perjuangan pada Pemilu mendatang," tutur Ardi.

​Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, DPRD, serta pemanfaatan teknologi yang didukung regulasi tepat, penanganan sampah di Kota Tegal diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita