Selasa, 04/08/2026, 19:42:58
Canggih! Petani Brebes Pakai Drone dan Pompa Tenaga Surya untuk Hemat Biaya
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes)- Petani di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai beralih menggunakan teknologi drone penyemprot hingga pompa air tenaga surya. 

Upaya digitalisasi dan mekanisasi ini berhasil menekan biaya operasional sekaligus mendongkrak hasil panen hingga dua kali lipat.

Penerapan teknologi modern tersebut merupakan bagian dari Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) hasil kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan World Bank.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty mengatakan, pemanfaatan teknologi ini efektif meningkatkan efisiensi usaha tani di wilayahnya, khususnya di Desa Kalibuntu dan Kedungneng.

"Pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Kalibuntu serta penerapan sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) menjadi bukti inovasi dan teknologi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong efisiensi," kata Ineke, Selasa (4/8).

Kehadiran pompa air berbasis panel surya (solar panel) memangkas ketergantungan petani pada bahan bakar minyak (BBM) untuk irigasi sawah.

Sementara itu, pemeliharaan tanaman kini memanfaatkan drone agricultural untuk penyemprotan pupuk silika secara presisi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara menjelaskan, penggunaan drone tak hanya menghemat waktu pengerjaan tetapi juga memperkuat ketahanan fisik tanaman padi.

"Penyemprotan silika menggunakan drone berperan penting memperkuat batang tanaman agar tidak mudah rebah. Prosesnya jauh lebih cepat, merata, efisien, dan presisi," ujar Hendri.

Penerapan teknologi presisi ini berdampak langsung pada lonjakan volume produksi padi di kawasan Losari.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Brebes, metode konvensional sebelumnya hanya menghasilkan rata-rata 5 hingga 6 ton gabah per hektare. Namun, setelah menerapkan sistem modern PM-AAS dan teknologi drone, hasil panen melonjak drastis.

"Melalui sistem PM-AAS, hasil panen berdasarkan sampling mampu mencapai 10,2 ton per hektare," ungkap Hendri.

Sementara, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah Arif Surahman menambahkan, digitalisasi pertanian ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pangan.

Ia menargetkan kawasan pertanian berbasis korporasi dan koperasi tani di Losari dapat berjalan mandiri secara penuh pada 2027 mendatang.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita