Selasa, 04/08/2026, 18:22:20
Mahasiswa KKNT IPB University Perkuat Agroekologi dan Edukasi Pertanian Berkelanjutan di Malaysia
OLEH: SATRIA AZIZ NUR MUHAMMAD SHIDIQ
.

MENANAM KOLABORASI DI NEGERI JIRAN

TIM Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Internasional IPB University Tim Malaysia 04, melaksanakan berbagai program penguatan agroekologi bersama MISA Agroecology Centre, Gombak, Malaysia.

Melalui kolaborasi yang berlangsung selama tiga pekan pertama, mahasiswa tidak hanya mempelajari praktik pertanian berkelanjutan secara langsung, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan media pembelajaran, pembangunan fasilitas budidaya, serta penguatan edukasi agroekologi bagi masyarakat dan institusi pendidikan di Malaysia.

Tim terdiri atas Shahrulneeza Alvin Arlianto, Aditya Karuniawan Pratama, Satria Aziz Nur Muhammad Shidiq, dan Ramiro Izza Athallah Sesunan. Melalui pendampingan Dosen Pembimbing Lapang Muhammad Anhar, S.Pi., M.E., program yang dijalankan disusun berdasarkan kebutuhan mitra dan kondisi aktual di lapangan.

Shahrulneeza Alvin Arlianto, Aditya Karuniawan Pratama, Satria Aziz Nur Muhammad Shidiq, dan Ramiro Izza Athallah Sesunan melaksanakan kegiatan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Muhammad Anhar, S.Pi., M.E.

Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan MISA Agroecology Centre sebagai organisasi yang aktif mengembangkan pertanian berbasis agroekologi dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan observasi lapangan bersama Hud Sulaiman selaku Chairman of MISA dan Syam selaku supervisor lapangan. Mahasiswa diperkenalkan pada filosofi "Agriculture is Life", yang menegaskan bahwa pertanian merupakan fondasi kehidupan dan ketahanan pangan masyarakat.

Tim juga mempelajari sistem pertanian terpadu yang diterapkan MISA, mulai dari budidaya sayuran, area persemaian, kolam ikan, peternakan ayam dan kelinci, rumah produksi jamur, hingga sistem akuaponik.

Melalui program Agroecology Assistant, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pertanian, seperti penanaman edamame, pencabutan gulma, pembuatan kompos, pemanenan dan pengemasan kailan serta pakcoy, hingga produksi pupuk organik berbasis Indigenous Microorganisms (IMO) dan Fish Amino Acid (FAA).

Mahasiswa juga melakukan persemaian berbagai jenis selada serta memanfaatkan kembali limbah media tanam jamur, kayu, dan bambu sebagai bahan kompos. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman mengenai penerapan sistem pertanian yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus mengurangi limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Selain mendukung praktik pertanian di MISA, tim juga berkolaborasi dengan Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Gombak Setia melalui program Little Agroecologist bersama murid Program Pendidikan Khas Integrasi (PPKI).

Program ini bertujuan memperkenalkan konsep akuaponik sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling mendukung.

Didampingi Hud Sulaiman, Mr. Jamil, guru, dan pihak sekolah, mahasiswa membangun instalasi akuaponik secara bertahap mulai dari penyusunan kerangka, pemasangan kolam ikan, sistem perpipaan, media tanam, pompa, hingga filter.

Setelah instalasi selesai, tim kembali memberikan pendampingan kepada murid PPKI melalui pelatihan penggunaan dan perawatan sistem, termasuk praktik pemindahan bibit selada ke media tanam serta penyemaian benih baru.

Pendekatan belajar berbasis praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada murid dalam mengenal pertanian berkelanjutan sekaligus mengembangkan keterampilan motorik, kemampuan bekerja sama, dan kemandirian.

"Satu set akuaponik bukan sekadar membantu memenuhi silibus. Ia turut menyokong perkembangan emosi, psikomotor, pengurusan diri dan cara berfikir murid pendidikan khas. Pendekatan yang ringkas ini sebenarnya memberi kesan kepada pelbagai aspek perkembangan pelajar," ujar Cikgu Nurul Fatimah binti Kilat, Penyelaras Program Pendidikan Khas Integrasi (PPKI) SMK Gombak Setia.

Kontribusi mahasiswa juga diwujudkan melalui pembangunan 12 planter box di MISA Agroecology Centre sebagai bagian dari pengembangan fasilitas budidaya tanaman.

Bersama supervisor lapangan, mahasiswa melakukan persiapan material, pengukuran lahan, pembuatan pondasi, hingga pemasangan planter box yang nantinya dimanfaatkan sebagai media budidaya sekaligus sarana edukasi bagi relawan dan masyarakat yang berkunjung ke MISA.

Menurut Hud Sulaiman, seluruh rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap kemampuan menghasilkan pangan secara mandiri sebagai fondasi ketahanan komunitas.

"Agriculture is life. Selagi manusia memerlukan makanan, pertanian akan sentiasa menjadi asas kehidupan. Sebab itu saya percaya setiap komuniti perlu mempunyai keupayaan menghasilkan makanan sendiri. Apabila kita berdaulat terhadap makanan, kita bukan sahaja lebih bersedia menghadapi krisis, malah membina masyarakat yang lebih kuat dan berdikari," ujar Hud Sulaiman.

Sebagai bagian dari penguatan wawasan, tim juga berkesempatan mengikuti ARCHIDEX Exhibition 2026 bersama Hud Sulaiman. Melalui pameran tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai inovasi di bidang urban farming, hidroponik, material ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pengalaman tersebut melengkapi pembelajaran lapangan yang telah diperoleh selama menjalankan program di MISA sekaligus memperluas perspektif mahasiswa mengenai integrasi inovasi dan agroekologi dalam mendukung sistem pangan masa depan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga memperluas pengalaman lintas budaya serta membangun jejaring kolaborasi internasional.

Sinergi antara IPB University dan MISA Agroecology Centre diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong penerapan agroekologi sebagai pendekatan untuk mewujudkan sistem pangan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya bagi masyarakat.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita