Rumah milik Pujianti di Dukuh Kampungbaru RT 02 RW 04 Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu nampak sepi. Setelah terjadi penembakan, rumah berlantai dua itu dipasangi garis polisi. (FT: Zaenal Mutaqien)
PanturaNews (Brebes) - Jajaran Polres Brebes, masih kerja keras untuk mengungkap kasus pembunuhan atas drg Pudjiani, warga Dukuh Kampungbaru RT 02 RW 04 Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dokter gigi yang juga istri pengusaha ini, tewas ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Sabtu 27 November 2010 pukul 05.00 WIB. Sampai Minggu 28 November 2010 siang, polisi terus meminta keterangan dari beberapa orang yang selama ini dekat dengan korban.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, diantara orang dekat yang dimintai keterangan adalah Cahyani, yang cukup dekat dengan korban bahkan dianggap seperti keluarga sendiri. Cahyani yang juga dikenal sebagai Kepala BPR BKK Banjarhajo Cabang Bumiayu, nampak dimintai keterangan di Mapolsek Bumiayu. "Dia sudah dianggap seperti anak, atau anak angkat oleh bu dokter," kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Sugeng SH belum bersedia memberikan penjelasan tentang perkembangan hasil penyelidikan kasus penembakan dokter gigi yang menghebohkan itu.
"Beri saya kesempatan untuk bernafas dulu," ujarnya ketika ditemui PanturaNews di Mapolsek Bumiayu.
Tim dari Laboratorium Forensik Polda Jateng, juga telah melakukan pengambilan proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban. Namun begitu belum ada keterangan jenis peluru itu, apakah dari senjata api atau senapan angin.
Diberitakan sebelumnya, drg Pudjiani yang juga isteri dari pengusaha Albert Widjajatno, Sabtu 27 November 2010 sekitar pukul 05.00 WIB, tewas setelah ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya. Diduga, korban ditembak oleh dua orang yang sudah menunggu di depan rumahnya. Pelaku langsung kabur dengan sepeda motor setelah menembak dada kiri korban hingga hingga pelurunya bersarang di jantungnya.
Belum terungkapnya kasus pembunuhan ini, sempat memunculkan banyak spekulasi tentang motifnya. Sebab, selain berprofesi sebagai dokter gigi dan isteri pengusaha, korban juga dikenal masyarakat sekitar menjalankan beberapa bisnis sendiri. Pelaku sepertinya tahu persis kebiasaan korban yang setiap pagi selalu keluar untuk jalan-jalan.