PanturaNews (Brebes) - Momen unik terjadi saat Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambangi kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.
Paramitha mengaku sempat salah tingkah hingga deg-degan ketika Menteri PKP Maruarar Sirait mendadak mempersilakannya duduk di kursi kerjanya.
Paramitha mengungkapkan bahwa ia sempat menolak tawaran tersebut secara halus beberapa kali. Sebagai orang Jawa, ia merasa sungkan menduduki kursi yang bukan haknya.
"Wong Jawa itu isin (malu/sungkan) duduk di kursi yang bukan tempatnya. Tapi beliau terus mempersilakan, ya akhirnya saya duduk sebentar sambil deg-degan," kata Paramitha.
Meski begitu, ia menegaskan momen tersebut justru mengingatkannya pada tanggung jawab besar yang sedang ia tanyakan ke pemerintah pusat.
"Dari kursi itu saya jadi berpikir, yang berat bukan kursinya, tapi amanah di belakangnya. Karena tujuan saya jauh-jauh ke Jakarta bukan untuk foto di kursi menteri," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Paramitha membawa aspirasi langsung dari masyarakat Brebes yang masih menghuni rumah tidak layak.
Banyak warga di daerahnya yang harus menghadapi kebocoran setiap kali musim hujan tiba dan tengah menantikan bantuan perbaikan rumah.
Kedatangan Bupati Brebes disambut hangat oleh Maruarar Sirait dan jajaran Kementerian PKP.
Pihak kementerian menyatakan keterbukaannya untuk menindaklanjuti kondisi riil di lapangan.
Paramitha pun mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan berkomitmen untuk mengawal setiap bantuan agar benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan di Kabupaten Brebes.
Nampak hadir dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi II DPR RI, Shintya Sandra Dewi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes, La Ode Vindar Aris Nugroho.