PanturaNews (Brebes) — Sebanyak 450 prajurit baru dari satuan Brigif TP 51 Arya Suralaya dan Yonif TP 434 Satria Panatayudha digembleng penyuluhan bahaya narkoba di Gedung Islamic Center Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan pencegahan ini digelar hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Brebes, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memagari barisan prajurit muda dari ancaman penyalahgunaan serta jaringan peredaran gelap narkotika.
Wakil Komandan Yonif TP 434 Satria Panatayudha, Kapten Inf. Rizki Fajri, menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini telah meluas ke sektor nonmiliter. Narkoba dinilai sebagai salah satu ancaman laten yang sangat destruktif bagi institusi militer.
"Narkoba adalah musuh negara yang dapat menghancurkan fisik, mental, masa depan, keluarga, hingga karier prajurit. Saya minta seluruh prajurit baru senantiasa menjaga integritas dan disiplin demi kehormatan satuan dan NKRI," tegas Rizki di hadapan para prajurit, Jumat (24/7).
Dalam sesi materi, Kepala BNN Kota Tegal, Kuntoro, membeberkan bahwa prajurit TNI yang bertugas di lapangan berpotensi berhadapan langsung dengan jaringan peredaran gelap yang kian kompleks.
Apalagi, posisi geografis Brebes yang berada di lintasan utama jalur Pantura dan kawasan pesisir menjadikannya rawan sebagai titik masuk barang haram.
Kuntoro mencatat, berdasarkan data BNN, angka penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai sekitar 3,3 juta jiwa dengan kecenderungan meningkat. Jenis narkotika sintetis seperti sabu dan ekstasi, serta tanaman ganja, masih mendominasi kasus penyalahgunaan.
"Penyuluhan ini adalah bekal awal bagi ratusan prajurit baru sebelum terjun ke lapangan. Pemberantasan narkoba merupakan bagian dari Asta Cita Presiden RI, sehingga peran TNI di garis depan sangat dibutuhkan untuk memperketat pengawasan wilayah bersama BNN," jelas Kuntoro.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, mengapresiasi kesiapan para prajurit baru sebagai benteng pertahanan daerah.
Menurutnya, sinergi antara Pemda dan TNI merupakan kunci utama dalam menutup celah peredaran narkoba yang kini sudah merambah hingga kawasan pedesaan.
Guna memastikan lingkungan satuan tetap bersih dari barang haram, Pemkab Brebes bersama BNN dan pihak TNI berencana menindaklanjuti kegiatan ini dengan memfasilitasi pemeriksaan tes urine secara berkala bagi para personel.