Kamis, 16/07/2026, 11:48:00
Pemkab Brebes Resmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi Pertama, Sasar Keluarga Miskin
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten Brebes resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (15/7). 

Langkah ini diambil sebagai upaya memutus rantai kemiskinan dengan menghadirkan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Peresmian sekaligus pembukaan MPLS ini dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, di lokasi sekolah yang terletak di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan. 

Tak hanya mulai bersekolah, seluruh peserta didik baru juga langsung menjalani pemeriksaan kesehatan gratis untuk memastikan kesiapan fisik dan mental mereka.

Bupati Paramitha menegaskan bahwa SRT merupakan ikhtiar pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara tanpa terkendala sekat ekonomi.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes, saya menyambut baik hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi. Ini menjadi ruang harapan baru bagi anak-anak kita untuk belajar, membangun karakter, dan meraih cita-cita yang selama ini mungkin terasa sulit dijangkau," ujar Paramitha, Rabu (15/7).

Terkait pemeriksaan kesehatan di hari pertama, Paramitha menyebut hal itu sebagai komitmen awal pemenuhan hak anak. 

"Kami ingin memastikan anak-anak memulai perjalanan pendidikannya dengan kondisi kesehatan yang baik sehingga proses belajar dapat berjalan optimal," tambahnya.

Program SRT ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Sosial (Kemensil) RI. Perwakilan Kemensos, Siti Indriasri Oktaviana, menilai langkah Pemkab Brebes sejalan dengan upaya negara menghadirkan pendidikan inklusif dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Siti menjelaskan bahwa SRT mengusung konsep Cerdas Bersama, Tumbuh Bersama. Sistem ini mengintegrasikan pendidikan formal, pembinaan karakter, pelayanan sosial, hingga pengembangan potensi yang difasilitasi dengan sistem berasrama.

"Pada tahap awal, siswa akan mengikuti MPLS, matrikulasi, pemetaan bakat dan minat, serta pembentukan karakter sebelum menjalani proses pembelajaran reguler dan kehidupan berasrama," urai Siti.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Bupati Paramitha menginstruksikan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Brebes untuk berkolaborasi lintas sektor. 

Dukungan yang diminta meliputi pemenuhan layanan infrastruktur, kesehatan, hingga lingkungan pendukung yang aman bagi anak.

Ia juga berpesan kepada para guru agar menerapkan pendekatan humanis dan ramah anak, serta meminta para orang tua tidak ragu memercayakan anak-anak mereka di sekolah berasrama ini. 

Pemkab Brebes memastikan akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat terkait anggaran dan fasilitas kesejahteraan siswa.

Agenda peresmian ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Brebes Subandi, jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta para orang tua murid.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita