PanturaNews (Pemalang) – Dampak musim kemarau mulai memukul kehidupan warga di wilayah selatan Kabupaten Pemalang.
Akibat curah hujan yang minim, sedikitnya 11 desa kini dinyatakan mengalami krisis air bersih yang cukup parah.
Mengatasi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mulai mengerahkan armada truk tangki secara massal untuk memasok air ke pemukiman warga.
Kondisi memprihatinkan ini terpantau di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Belik. Di dua wilayah tersebut, sumur-sumur gali milik warga yang biasanya menjadi andalan, kini sudah mengering dan tidak lagi mengeluarkan air.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengungkapkan bahwa pengerahan bantuan ini merespons cepat laporan masyarakat yang masuk ke sistem pengaduan. Warga mengeluh mulai kesulitan memasak dan mandi karena stok air di rumah habis.
"Begitu menerima laporan warga, kami langsung cek lapangan. Ternyata benar, kondisinya memprihatinkan. Makanya, truk tangki air langsung kami kerahkan untuk membantu masyarakat," ujar Agus saat dikonfirmasi, Kamis 9 Juli 2026.
Berdasarkan data dari BPBD Pemalang, krisis air bersih paling meluas terjadi di Kecamatan Pulosari yang mencakup sembilan desa. Desa-desa tersebut meliputi Desa Clekatakan, Penakir, Gambuhan, Nyalembeng, Batursari, Pulosari, Pagenteran, Siremeng, dan Desa Cikendung.
Sementara di Kecamatan Belik, wilayah yang mulai kelabakan air bersih meliputi dua desa, yakni Desa Belik dan Desa Gombong.
Untuk mempercepat proses distribusi dan memastikan seluruh warga kebagian, BPBD Pemalang tidak bekerja sendiri. Petugas di lapangan turut menggandeng personel Palang Merah Indonesia (PMI) serta menyuplai air bersih dari jaringan PDAM Kabupaten Pemalang.
Menariknya, aksi dorong air bersih ini tidak hanya menyasar bak penampungan di rumah-rumah penduduk. Petugas di lapangan juga memprioritaskan pasokan air untuk fasilitas umum yang sangat membutuhkan, seperti sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren agar aktivitas belajar-mengajar tidak terganggu.
Mengingat kebutuhan air warga yang melonjak tajam di tengah cuaca terik, BPBD menjadwalkan pengiriman bantuan ini secara rutin hampir setiap hari.
"Hampir setiap hari kami turun memberikan bantuan, karena semua warga sangat butuh air bersih dan sumur mereka sudah kering. Kami mengimbau mudah-mudahan masyarakat bisa saling membantu dan berbagi untuk mereka yang terkena bencana kekeringan ini," pungkas Agus.