PanturaNews (Tegal) – Warga Kota Tegal tumpek blek memadati halaman Pendopo Kecamatan Tegal Timur, Rabu (24/6) pagi.
Mereka rela berdiri dan mengantre hingga hampir satu jam demi bisa menebus sembako murah dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal.
Pantauan di lokasi, antrean panjang sudah mengular sejak pagi buta. Emak-emak mendominasi antrean tersebut demi menyiasati isi dompet di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok di pasaran belakangan ini.
Kepala DKPPP Kota Tegal, Cucuk Daryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerjunkan sekitar 1.000 paket sembako murah dalam operasi pasar kali ini. Satu paket berisi beras premium 5 kilogram dan minyak goreng 1 liter dibanderol dengan harga miring.
"Kalau di pasar harganya bisa sampai Rp 90 ribu. Di sini kami jual Rp 80 ribu untuk yang bayar tunai. Nah, kalau pakai non-tunai atau digital, kami diskon lagi jadi Rp 75 ribu karena kami bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menggalakkan transaksi digital," ungkap Cucuk kepada awak media.
Tak hanya paket sembako, warga juga berburu Beras SPHP kemasan 5 kilogram yang dijual seharga Rp 57.500 dan Minyakita 1 liter seharga Rp 15.500. Sejumlah pelaku UMKM lokal juga ikut meramaikan lapak dengan menjual telur, sayur-mayur, cabai, hingga mi instan dengan harga miring.
Melihat tingginya animo masyarakat, Cucuk berjanji bakal menggelar aksi serupa pada Juli atau Agustus 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan harga bapok (bahan pokok) yang diprediksi bakal kembali terjadi di bulan-bulan tersebut.
Aksi borong sembako murah ini tentu saja disambut semringah oleh warga, salah satunya Nur Afiah (46). Warga Kelurahan Slerok ini mengaku langsung tancap gas ke lokasi setelah mendapat info dari grup WhatsApp PKK di lingkungannya.
Meski kaki pegal akibat mengantre lama, Nur mengaku sangat diuntungkan dengan adanya program ini.
"Alhamdulillah, Mas, harganya jauh lebih murah. Kalau dihitung-hitung selisihnya bisa sampai Rp 25 ribu dibanding beli di pasar. Lumayan banget sisanya bisa buat muter beli kebutuhan dapur yang lain," cetus Nur sambil tersenyum lega memegangi kantong belanjaannya.