Selasa, 23/06/2026, 17:06:18
Jeritan Nelayan Tegal-Brebes : Muara Dangkal, Solar Macet, Bangkai Kapal Numpuk
.

PanturaNews (Tegal) – Puluhan nelayan perikanan tangkap di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes blak-blakan menumpahkan unek-unek mereka di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. 

Momen curhat massal ini terjadi saat orang nomor satu di Jateng itu menyambangi kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari, Kota Tegal, Senin (22/6).

Berbagai persoalan pelik yang selama ini mencekik mata pencaharian mereka dibeberkan tanpa aling-aling. 

Mulai dari pendangkalan parah di tiga muara sungai Kota Tegal, ruwetnya proses bongkar muat solar di SPBUN Karya Mina, hingga melambungnya harga BBM solar yang mencekik nelayan di Kabupaten Brebes.

Mendengar keluhan yang membuat repot para nelayan, Ahmad Luthfi langsung bergerak cepat (gercep). 

Ia menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah untuk segera memetakan rencana normalisasi sungai berikut anggaran yang dibutuhkan. 

Tak hanya itu, urusan solar yang mampet juga langsung diintervensi lewat koordinasi dengan pihak Pertamina.

“Selang dari dispenser SPBUN itu kurang panjang. Tolong segera dikoordinasikan dengan pengelola agar bisa terakomodir, terutama dari sisi keamanannya,” tegas Luthfi, didampingi Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono.

Bukan cuma soal solar dan pendangkalan, Luthfi juga memerintahkan DKP Jateng untuk segera membersihkan bangkai-bangkai kapal sisa kebakaran hebat yang masih dibiarkan menumpuk dan mengotori kolam PPN Tegalsari.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto, mengapresiasi respons cepat Pemprov, terutama dalam menghidupkan kembali operasional SPBUN Karya Mina yang sempat mati suri selama tiga bulan.

Status SPBUN: Saat ini masih dalam masa transisi.

Kendala: Masih menunggu aktifnya OSS di Kementerian ESDM.

Solusi Sementara: Diberikan rekomendasi oleh Pemda agar tetap bisa beroperasi melayani nelayan hingga Oktober 2026.

Kondisi PPN Tegalsari sendiri saat ini tergolong sudah darurat ruang. Kepala DKP Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, membeberkan bahwa ada 18 bangkai kapal yang masih menyumbat area kolam pelabuhan.

Tahun ini, pemerintah baru menganggarkan dana sekitar Rp 150 juta untuk menarik lima unit kapal. Rencananya, tiga unit kapal akan dihancurkan, sedangkan dua lainnya akan ditenggelamkan untuk konservasi di Perairan Karang Jeruk, Kabupaten Tegal.

"Kapasitas kolam pelabuhan ini sebenarnya cuma muat sekitar 600 kapal. Tapi faktanya, jumlah kapal yang aktif sekarang tembus 1.200 unit! Makanya penataan dan pembersihan area ini sudah sangat mendesak," ungkap Endi Faiz.

Terkait pendangkalan muara, titik parah berada di Sungai Kaligung (Kali Bacin), Kali Kemiri, dan Kali Sibelis. Pemprov Jateng sendiri memasang target besar: kawasan ini diproyeksikan bakal disulap menjadi pelabuhan skala nasional hingga internasional pada tahun 2027-2028 mendatang, setelah proses hibah ke pemerintah pusat kelar.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita