Selasa, 23/06/2026, 09:10:06
Universitas Harkat Negeri Gelar Kuliah Umum. Gita Wirjawan: Indonesia Kekurangan Orang Bertalenta
Gita Wirjawan
LAPORAN JOHARI

Mantan Menteri Perdagangan RI 2011-2014 Gita Wirjawan,

PanturaNews (Tegal) - Universitas Harkat Negeri kembali menggelar kuliah umum di Kampus Mataram, dengan narasumber mantan Menteri Perdagangan RI 2011-2014 Gita Wirjawan, Senin 22 Juni 2026

Dengan tema What It Takes: Asia Tenggara, dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global yang dihadiri ratusan mahasiswa, akademisi dan tamu undangan.

Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman menilai Indonesia berpotensi memimpin Asia Tenggara jika progresif berinvestasi pada modal manusia dan sektor masa depan.

"Selalu ingat pesan dari Pak Gita Wirjawan mengenai betapa krusialnya melakukan investasi besar dalam dunia pendidikan.

Sudirman Said juga mengajak audiens belajar dari Singapura yang sukses melompat dari negara dunia ketiga ke dunia kesatu dalam 40 tahun.

Sangat disayangkan jika potensi melimpah yang dimiliki Indonesia saat ini tidak memunculkan pikiran-pikiran besar yang dieksekusi nyata.

"Sore ini kita akan mendengar langsung pikiran orisinal dari Pak Gita Wirjawan selama 30 menit, dilanjutkan sesi tanya jawab."

Dalam kuliah umum Gita Wirjawan di Harkat Negeri Kota Tegal menyoroti transformasi Asia Tenggara di panggung global.

Ia menilai kawasan yang dulu pinggiran kini menuju pusat pertumbuhan ekonomi dan inovasi global.

“Asia Tenggara sedang berada dalam momentum penting. Kita tidak lagi di pinggiran, tetapi menuju pusat perubahan global,”kata Gita Wirjawan.

Ia menekankan generasi muda berperan penting, harus adaptif, menguasai teknologi, dan berpikir global.

“Generasi muda harus memiliki keberanian berpikir lintas batas. Mereka harus jadi bagian solusi, bukan penonton perubahan,”ujarnya.

Pendidikan tinggi harus melahirkan SDM unggul, inovasi, dan kolaborasi lintas bidang serta lintas negara.

“Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi membentuk cara berpikir kritis, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Indonesia tidak kekurangan guru namun kekurangan orang bertalenta," tandasnya.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita