TEATER ART sukses mementaskan naskah “Hati Seorang Wanita” di Pendopo Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu 20 Juni 2026 malam.
Pementasan ini merupakan bagian dari rangkaian Ngapak Womens Teaterfest 2026, sebuah festival teater yang digagas oleh Teater Satu Kamar Indonesia dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama LPDP melalui program pemajuan kebudayaan.
Pertunjukan yang disutradarai oleh Raden Mas Panji Asmoro Sroentoel ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, pegiat seni, serta jajaran pemerintah setempat. Acara dibuka dengan sambutan dari Novi Anjarwati SE, selaku Kasi Pelayanan Kecamatan Taman, serta mendapat dukungan penuh dari Camat Taman Kabupaten Pemalang Dedi Sarwo Aji, AP., M.H yang mengapresiasi hadirnya ruang seni sebagai media edukasi dan refleksi sosial bagi masyarakat.
Acara yang dibuka dengan kidung dan alat musik Bungbak Khas Pemalang oleh Mbah slamet Cepet menambah suasana agak berbeda. Naskah “Hati Seorang Wanita” mengangkat kisah seorang perempuan yang menyimpan luka, pengorbanan, dan pergulatan batin yang kerap tidak terlihat. Melalui pendekatan artistik yang kuat, pementasan ini mengajak penonton memahami kompleksitas pengalaman perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Pertunjukan diperkuat oleh penampilan para pemain, yakni Bandy Irawan, Ani Tursini, Joko Susilo, dan Inayah. Dukungan artistik ditangani oleh Jingga Rahma, sementara naskah ditulis oleh Bandy Irawan. Kolaborasi seluruh tim berhasil menghadirkan pertunjukan yang emosional, reflektif, sekaligus menggugah kesadaran penonton terhadap isu-isu perempuan meskipun sang Sutradara sempat mengalami kesulitan dalam prosesnya. Namun sebagai sutradara segala proses rampung digarap dengan maksimal.
"Kerja Teater adalah kolektif yang mengharuskan menghilangkan ego. Ditengah kesibukan para pemain saya kesulitan memadukan proses latihan. Namun demikian bukan sutradara jika hal ini menjadikan surut semangat." Ujarnya
Ngapak Womens Teaterfest 2026 sendiri telah menghadirkan sejumlah kelompok teater dari berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang. Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi para seniman teater untuk menghadirkan karya-karya yang menyoroti pengalaman, perjuangan, dan keberanian perempuan melalui bahasa panggung.
Sementara salah satu pemain Joko Susilo merasa senang dengan adanya geliat seni di Pemalang. Tidak banyak tontonan seni budaya di Pemalang yang mengedukasi dengan berbagai media.
"Saya sangat senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan seni di Pemalang. Harapannya Ngapak Womens Teater Fest 2026 ini bisa menjadi stimulator utk menghidupkan seni peran teater, sekaligus momentum regenerasi talenta talenta seniman muda, khususnya di Kabupaten Pemalang." Tegasnya seusai acara
Rangkaian festival ini akan mencapai puncaknya pada Minggu depan, Sabtu 27 Juni 2026, dengan penampilan Teater APEM di Pendopo Kecamatan, Pemalang Kabupaten Pemalang. Pementasan tersebut sekaligus menjadi penutup dari keseluruhan rangkaian Ngapak Womens Teaterfest 2026 yang telah berlangsung sejak akhir Mei lalu dengan beragam kegiatan seperti saresehan budaya dan workshop.
Melalui festival ini, Teater Satu Kamar Indonesia berharap seni pertunjukan dapat terus menjadi ruang dialog yang hidup, memperkuat apresiasi masyarakat terhadap teater, sekaligus menghadirkan perspektif perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan kebudayaan Indonesia.
Hadir diantaranya pasangan penyair Dr Dedek JW bersama Niktasa Faith, Suhari Putra Senja, Heru Taheran, Jacky Cun, Salamsih, Aji SN, serta sederet penggiat seni budaya di Pemalang.