Minggu, 28/11/2010, 01:01:00
Serba Tegalan, DKT Gelar Pentas Seni dan Wayang 7 Dalang
JAY-Riyanto Jayeng

Eko Tunas (kanan) joget bersama dengan iringan lagu tegalan dalam pentas seni DKT. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Sebagai bentuk kepedulian terhadap khasanah budaya daerah, Dewan Kesenian Tegal (DKT) bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Tegal menggelar pentas baca puisi, monolog dan pertunjukan wayang dengan 7 dalang yang dikemas dalam bahasa Tegal selama dua malam berturut-turut, Sabtu-Minggu, 27-28 November 2010 di pelataran eks bioskop Dewa komplek Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah.

Ketua DKT, Nurngudiono mengatakan, pentas seni itu merupakan pertunjukan spektakuler yang jarang dilakukan oleh kaum seniman yang tergabung dalam DKT. Menurutnya, dalam pentas itu sengaja menggunakan bahasa tegalan sebagai bahasa wajib untuk mengantarkan pesan-pesan moral kepada masyarakat.

“Selain untuk menggali potensi kearifan lokal, pentas ini juga menjadi jawaban bagi sebagian kalangan yang selama ini hanya memahami bahasa tegal sebagai bahan tertawaan. Bersama dewan kesenian mari kita jaga kahasanah budaya dan bahasa Tegalan,” kata Nurngudiono.

Lebih jauh dijelaskan, pentas seni itu terbagi menjadi dua pertunjukan. Pertunjukan pertama yakni pada Sabtu malam minggu diisi oleh pentas baca puisi dan monolog bahasa tegalan oleh Eko Tunas, Slamet Ambari, Bramanti, Dwi Eri Santoso. Turut membacakan puisi tegalan pada kesempatan itu Kepala Dishub Kota Tegal Drs. Khaerul Huda

Sedangkan pertunjukan wayang golek oleh dalang Ki Barep dengan lakon Sosro Ludiro, Ki Bogem lakon Wali Rasa, Ki Tarmono dengan lakon Dadine Candi Mbantar Bolang. Serta diiringi musik tegalan dari kelompok musik Tuk Brayan yang menyajikan lagu-lagu tegalan tahun 70-an.

Lalu pada Minggu malam seninnya akan diisi pertunjukan wayang kulit oleh dalang Ki Agus Bagong dengan lakon Sumantri, Ki Ragil Suloso dengan lakon Kalimosodo Ilang, Ki Sugeng dengan lakon Aji Norontoko dan Ki Suyanto dengan lakon Aji Brajamusti. Sejak digelar mulai pukul 20.00 WIB penonton yang tidak dipungut bayaran itu penuh sesak memadati arena pertunjukan hingga tengah malam.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita