PanturaNews (Tegal) – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, tidak dapat menyembunyikan kekesalannya saat meninjau kawasan Jalan Pancasila, Sabtu (30/5).
Baru saja meresmikan kantong parkir terpusat yang modern, Dedy Yon justru mendapati pemandangan semrawut akibat maraknya kendaraan yang parkir liar di sepanjang jalan protokol tersebut.
Melihat instruksinya diabaikan oleh para pengendara, Wali Kota langsung "menyemprot" Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan jajaran Satpol PP yang mendampinginya di lokasi.
Ia mempertanyakan fungsi pengawasan petugas di lapangan karena aturan larangan parkir terkesan mandul.
"Kita sudah siapkan fasilitas kantong parkir terpusat yang luas dan nyaman untuk pengunjung Alun-alun. Tapi kenapa di sepanjang Jalan Pancasila ini masih banyak mobil dan motor yang parkir sembarangan? Rambu-rambunya tolong diperbaiki dan dipertegas lagi!" ujar Dedy Yon.
Ia langsung menginstruksikan personel Dishub dan Satpol PP untuk menyisir jalan dan menegur langsung para pemilik kendaraan yang melanggar.
Dedy Yon meminta agar kendaraan-kendaraan tersebut segera dipindahkan ke lokasi parkir resmi yang sudah disediakan Pemkot Tegal.
Meski sempat menegur keras jajarannya, Dedy Yon tetap mengingatkan agar tindakan penertiban di lapangan dilakukan secara persuasif. Ia meminta petugas tidak terpancing emosi dan tetap mengedepankan senyuman saat mengarahkan masyarakat.
"Tegur dengan sopan, arahkan dengan humanis. Sampaikan dengan senyuman bahwa kita sudah punya tempat parkir resmi," terangnya.
Pemkot Tegal sendiri sebenarnya telah meluncurkan sistem parkir terpusat berbasis non-tunai (cashless) untuk mengurai kepadatan di kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila.
Empat kantong parkir dengan kapasitas besar telah disiapkan, antara lain:
Taman Parkir JTAB: Kapasitas 60 mobil dan 600 sepeda motor.
Taman Parkir Tirta Bahari: Kapasitas 40 mobil dan 400 sepeda motor.
Area PT KAI Jalan Semeru: Kapasitas cadangan untuk 100 mobil dan 1.100 sepeda motor.
Lahan Eks Bina Marga: Khusus event besar, mampu menampung hingga 10 bus.
Merespons teguran dari Wali Kota, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal, Abdul Kadir, menyatakan siap bergerak cepat. Pihaknya berjanji akan mengintensifkan patroli bersama Satpol PP guna menyadarkan pengunjung agar beralih ke kantong parkir resmi.
"Kami langsung evaluasi hari ini. Sosialisasi akan kami masifkan lagi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk mendukung penataan ini demi kenyamanan bersama. Apalagi sistem pembayaran kita sudah non-tunai, jadi lebih praktis, aman, dan mencegah kebocoran PAD," pungkas Abdul Kadir.