Senin, 25/05/2026, 15:32:14
Pemkab Brebes Luncurkan 'PAS Beres', Aplikasi Presensi Anti-Hacker untuk Berantas ASN Nakal
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten Brebes resmi meluncurkan aplikasi presensi baru berbasis pemindaian wajah bernama Presensi ASN Brebes Beres (PAS Beres).

Tujuannya adalah untuk memberantas praktik kecurangan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menangkal potensi serangan siber (hacker).

Peluncuran sistem baru ini dilakukan oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Tahroni, di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu Brebes, Senin (25/5).

Tahroni mengatakan, aplikasi ini sengaja dirancang secara detail untuk menutup seluruh celah manipulasi. Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan segan memberikan sanksi berat bagi oknum ASN yang masih nekat berbuat curang.

"Bagi ASN yang nakal dalam absensi akan menghadapi konsekuensi tegas dari Pemkab Brebes. Integrasi dan kejujuran ASN dalam melakukan absensi sangat dibutuhkan," ujar Tahroni.

Untuk menghentikan penggunaan aplikasi presensi ilegal yang sempat marak, Pemkab Brebes merombak total metode verifikasi kehadiran. Sistem sidik jari (fingerprint) konvensional kini digantikan dengan teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang lebih interaktif.

"Upaya yang dilakukan agar tidak terulang adalah mengubah pola presensi yang disempurnakan. Yang tadinya pakai print sekarang pakai wajah, serta menggelengkan kepala hingga kedipan mata, sehingga tidak bisa dimanipulasi," tuturnya.

Proteksi Berlapis dan Update Rutin

Kepala BKPSDMD Kabupaten Brebes Moh Syamsul Haris menambahkan bahwa PAS Beres dibekali dengan sistem keamanan berlapis. Selain untuk memantau kedisiplinan pegawai, aplikasi ini diproteksi secara ketat agar tidak mudah dibobol oleh pihak luar.

“Kami sudah membangun aplikasi ini dengan sistem keamanan yang kami harapkan cukup kuat untuk menangani berbagai potensi ancaman, termasuk hacker,” kata Haris.

Guna memastikan sistem tetap aman dari modus peretasan terbaru, Haris menjelaskan pihak teknis akan melakukan pembaruan proteksi secara berkala.

“Sistem keamanan aplikasi juga akan terus diperbarui secara berkala setiap bulan agar tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi,” jelasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita