PanturaNews (Brebes) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat hasil sinergi lintas sektoral yang melibatkan BP Tapera, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
Menteri yang akrab disapa Ara ini mengatakan pentingnya ekosistem yang terintegrasi antara hunian yang layak dan kemandirian ekonomi warga.
Dalam kunjungannya, Menteri Ara didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, serta perwakilan lembaga pembiayaan seperti BP Tapera dan perbankan.
Desa Kaliwlingi yang terletak di kawasan pesisir menjadi titik krusial dalam program ini.
"Membangun rumah itu mudah, tetapi memastikan penghuninya memiliki daya beli dan keberlanjutan hidup di sana adalah tantangan sebenarnya," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan PNM dalam kolaborasi ini menjadi kunci agar warga, khususnya ibu-ibu pelaku usaha mikro mendapat modal kerja.
Di sisi lain, BNI dan BP Tapera menyediakan skema pembiayaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat yang selama ini sulit mengakses perbankan (unbankable).
Sementara, dalam pantauan di lokasi, Maruarar di sela-sela sambutannya tampak berbincang hangat dengan warga setempat untuk menyerap aspirasi mengenai kendala perumahan di wilayah pesisir.
Masalah lahan dan akses sanitasi menjadi poin yang disoroti oleh menteri yang dikenal gesit tersebut.
Ia berharap program di Desa Kaliwlingi ini menjadi model percontohan nasional untuk pengentasan kawasan kumuh melalui skema pembiayaan yang inovatif.
"Fokusnya bukan sekadar memindahkan orang ke rumah baru, melainkan menghadirkan negara dalam setiap jengkal kesejahteraan warga," pungkasnya..