PanturaNews (Tegal) - Universitas Harkat Negeri menggelar Wisuda ke-1 dengan penuh khidmat di Sebayu Convention Hall, Bahari Inn Hotel Tegal, Selasa 05 Mei 2026.
Dalam momentum bersejarah tersebut, presenter dan tokoh nasional, Helmy Yahya, hadir sebagai pembicara orasi ilmiah yang memberikan inspirasi kepada para wisudawan mengenai pentingnya kepemimpinan, pendidikan, dan kemampuan beradaptasi di era perubahan global.
Dalam orasinya, Helmy Yahya menegaskan bahwa kemajuan sebuah negara, perusahaan, maupun individu sangat ditentukan oleh kualitas leadership atau kepemimpinan.
Menurutnya, transformasi besar hanya dapat terjadi apabila dipimpin oleh sosok yang memiliki visi dan keberanian untuk berubah.
Ia mengutip pernyataan ilmuwan Stephen Hawking yang mengatakan bahwa 'Kecerdasan adalah kemampuan untuk beradaptasi dan berubah'.
Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini yang terus mengalami perubahan cepat di berbagai bidang.
Helmy Yahya juga menyoroti keberadaan Generasi Z yang kerap mendapat stigma negatif di dunia kerja. Namun, ia justru meyakini bahwa Gen Z merupakan generasi yang hebat dan memiliki karakter berbeda dibanding generasi sebelumnya.
“Gen Z sering dianggap aneh, sering dibully, dianggap tidak bisa bekerja. Mari lawan anggapan itu. Gen Z adalah generasi yang lebih hebat dan lebih adaptif,” ungkapnya di hadapan para wisudawan.
Menurutnya, kepemimpinan memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi maupun negara, karena pemimpin tertinggi akan membentuk budaya kerja atau corporate culture.
Dalam orasi ilmiahnya, Helmy Yahya juga mengangkat sejumlah contoh pemimpin dunia yang berhasil membawa perubahan besar bagi negaranya melalui fokus pada pendidikan dan kebijakan yang kuat.
Ia mencontohkan Malaysia di era Mahathir Mohamad yang berhasil meningkatkan kualitas pendidikan hingga melampaui Indonesia. Padahal, pada masa lalu Malaysia pernah banyak mengirim tenaga pengajar untuk belajar di Indonesia.
Selain itu, ia menyinggung Jepang pasca tragedi bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Saat itu, Kaisar Hirohito disebut lebih dahulu menanyakan jumlah guru yang tersisa sebagai langkah awal membangun kembali Jepang melalui pendidikan.
Helmy Yahya juga menyoroti kebijakan mantan Perdana Menteri China, Zhu Rongji, yang dikenal tegas dalam memberantas korupsi. Menurutnya, konsistensi kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting yang membuat China tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia.
Di akhir orasinya, Helmy Yahya mengajak seluruh wisudawan Universitas Harkat Negeri untuk ikut membangun Indonesia melalui inovasi dan tindakan nyata.
“Jangan pernah kehilangan harapan. Saatnya kita speak up, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan. Ayo kita bikin inovasi dari Tegal dan sekitarnya,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atas dukungan dan perjuangan yang telah diberikan kepada para wisudawan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
Menutup orasinya, Helmy Yahya membagikan tiga investasi yang menurutnya pasti memberikan keuntungan dalam kehidupan, yakni investasi dalam ilmu, kebajikan, dan berbakti kepada orang tua, terutama ibu.
“Semua orang sukses hubungannya dengan ibu bagus. Karena itu sangat penting,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said dalam sambutannya mengatakan, Wisuda memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penyerahan ijazah. Ia adalah simbol kepercayaan.
Simbol bahwa perguruan tinggi telah menunaikan tugasnya membentuk insan yang berilmu, berkarakter, dan siap mengabdi.
“Wisuda menjadi awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Awal dari ujian yang lebih nyata. Awal dari dunia yang menuntut bukan hanya kecerdasan, melainkan juga integritas, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kebijaksanaan, bukan hanya gelar, tetapi juga keberanian untuk memberi manfaat,” ujarnya.