Minggu, 03/05/2026, 03:12:29
IDENTITAS TERUNGKAP! Ini Sosok Jasad Pria di Selokan Wanacala, Hasil Autopsi Ada Luka Sajam
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) - Misteri penemuan jasad pria di saluran irigasi Desa Wanacala, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Korban dipastikan merupakan seorang remaja berinisial AFI (17), warga Desa Dukuhwringin, Kecamatan Wanasari.

Kepastian identitas ini diperoleh setelah pihak keluarga mendatangi RSUD Brebes untuk mencocokkan ciri-ciri fisik korban pada Sabtu (2/5) malam. 

Sebelumnya, jasad AFI ditemukan dalam posisi tertelungkup pada Sabtu pagi, yang sempat menyulitkan proses identifikasi awal.

Kronologi Sebelum Kejadian

Berdasarkan keterangan orang tua korban, AFI terakhir kali terlihat di rumah pada Jumat malam. Ia sempat berpamitan untuk pergi bermain bersama sejumlah rekannya ke Desa Tanjungsari, Kecamatan Wanasari.

Keluarga mulai merasa khawatir lantaran korban tak kunjung pulang dan sulit dihubungi melalui telepon seluler.

"Kami sempat menghubungi lewat WhatsApp, tapi hanya centang satu. Baru setelah ada foto korban yang terlihat jelas wajahnya, kami mengenali bahwa itu benar AFI," ujar kakak kandung korban AFA (kembar/kakak beradik) saat ditemui di RSUD Brebes didampingi orang tua korban.

Temuan Luka Senjata Tajam

Untuk mengungkap penyebab kematian yang dinilai janggal, Tim Forensik Polda Jawa Tengah melakukan autopsi di RSUD Brebes mulai pukul 22.00 hingga 00.15 WIB. 

Berdasarkan hasil autopsi ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Yakni terdapat luka robek pada bagian lengan tangan dan luka dibagian selangkangan kako yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Usai dilakukan autopsi, jenazah korban langsung diantarkan ke rumah duka keluarga korban untuk di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Kanit Reskrim Polsek Songgom, Ipda Mashudi, menegaskan pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengejar titik terang kasus ini.

"Penyelidikan masih berjalan," singkat Mashudi.

Pihak keluarga berharap kepolisian dapat segera mengusut sampai tuntas untuk mengungkap fakta di balik kematian remaja yang belum memiliki kartu indentitas karena masih dibawah umur ini. 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita