Senin, 13/04/2026, 11:42:34
Halalbihalal SD NU 01 Sunan Kalijaga: Seni sebagai Jembatan Emosi dan Silaturahmi
MERAWAT TRADISI, MEMPERKUAT SPIRITUALITAS
LAPORAN IWANG NIRWANA

Halalbihalal Keluarga besar SD NU 01 Sunan Kalijaga dalam Gelaran Parowulan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Gedung Serbaguna MWC NU Adiwerna. (Foto: Dok/Iwang)

“Anak-anak tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga belajar memahami empati, rasa hormat, dan nilai kebersamaan melalui seni...”

PanturaNews (Tegal) - Keluarga besar SD NU 01 Sunan Kalijaga, menggelar kegiatan Halalbihalal dalam rangka Gelaran Parowulan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Gedung Serbaguna MWC NU Adiwerna, Sabtu 11 April 2026.

Kegiatan Halalbihalal ini, menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang pembelajaran emosional bagi para murid melalui pendekatan seni.

Kepala SD NU 01 Sunan Kalijaga, Mohamad Dulatif, S.Pd.Gr., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan pasca-Idulfitri, tetapi juga bagian dari visi sekolah dalam membangun karakter siswa.

Ia menginisiasi agar seni dihadirkan sebagai media pembelajaran emosional ruang bagi anak-anak untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan perasaan mereka secara positif.

“Anak-anak tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga belajar memahami empati, rasa hormat, dan nilai kebersamaan melalui seni. Dongeng, monolog, puisi, dan wayang menjadi sarana yang efektif untuk menyentuh sisi batin mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh murid murid beserta orangtua, pengawas serta Camat Adiwerna. Dalam sambutannya, Wuryanto, S.Sos, camat Adiwerna menyampaikan apresiasi atas inisiatif sekolah yang memadukan tradisi keagamaan dengan penguatan karakter berbasis seni.

Ia juga menyampaikan ucapan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin, seraya berharap momentum Halalbihalal menjadi penguat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

4Rangkaian acara yang dipandu oleh Uslisa dan Abdul Maliq semakin semarak dengan penampilan para pengisi acara yang menghidupkan suasana. Retno Kusrini dan Nurul Balvas menghadirkan dongeng yang sarat pesan moral dan nilai kebajikan.

Apas Khafasy tampil memukau lewat monolog yang reflektif, sementara Gus Mi membacakan puisi yang menyentuh tema kemanusiaan dan keikhlasan. Ki Deong menutup dengan pertunjukan wayang kertas yang komunikatif dan edukatif, mengajak anak-anak menyelami nilai-nilai luhur melalui cerita yang ringan namun bermakna. 

Gelaran Parowulan Halalbihalal ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh subur ketika seni diberi ruang yang layak di lingkungan sekolah. SD NU 01 Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa merawat tradisi, memperkuat spiritualitas, dan mengembangkan kecerdasan emosional dapat berjalan beriringan dalam satu panggung kebersamaan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita