PanturaNews (Tegal) – Warga Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, digemparkan dengan penemuan jenazah pasangan suami istri di dalam rumah mereka pada Senin siang, 30 Maret 2026.
Korban diketahui bernama Musripah (54), seorang guru Taman Kanak-kanak (TK), dan suaminya, Makmuri (46).
Kejadian ini pertama kali terungkap setelah rekan kerja Musripah merasa curiga karena korban tidak hadir mengajar tanpa keterangan.
Upaya menghubungi melalui telepon seluler juga tidak membuahkan hasil. Saksi kemudian mendatangi rumah korban bersama Ketua RT setempat dan anggota Bhabinkamtibmas.
Saat ditemukan, Musripah dalam posisi terlentang di kamar tidurnya dengan bekas luka memar pada bagian leher.
Sementara itu, pihak kepolisian yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan sang suami, Makmuri, dalam kondisi meninggal dunia gantung diri di kamar mandi menggunakan ikat pinggang.
Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Luis Beltran, mengonfirmasi bahwa kedua jenazah telah dibawa ke RSUD Soeselo Slawi untuk menjalani autopsi oleh tim Biddokkes Polda Jawa Tengah.
"Kami masih mendalami motif dan penyebab pasti kematian kedua korban. Dugaan sementara ada unsur kekerasan, namun kami harus menunggu hasil resmi autopsi," ujar AKP Luis Beltran.
Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Mufti Ardiya Anggiantoro, pasangan tersebut selama ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Namun, di lokasi kejadian, ditemukan catatan tabungan siswa TK yang dikelola oleh korban.
Muncul dugaan bahwa keluarga tersebut sedang mengalami tekanan finansial setelah menjadi korban penipuan (scam) melalui pesan singkat WhatsApp.
Saldo tabungan korban dilaporkan ludes hingga Rp21 juta. Polisi kini tengah menyelidiki keterkaitan antara kasus penipuan tersebut dengan tindakan nekat yang dilakukan sang suami.
Pihak keluarga dan warga sekitar berharap penyelidikan kepolisian dapat segera mengungkap titik terang di balik tragedi yang menimpa guru TK tersebut.