PanturaNews (Batang) – Di balik layar ponsel yang menampilkan video viral seorang wanita berjoget tanpa busana di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Sabtu lalu, tersimpan kisah pilu yang luput dari pandangan netizen.
Wanita berinisial AL (25) tersebut, kini tidak lagi berada di jalanan, melainkan tengah menjalani perawatan intensif di RSJ Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah.
Bukan sekadar aksi mencari sensasi, tindakan nekat AL di tengah acara halalbihalal di Dukuh Banaran merupakan puncak dari guncangan psikologis yang ia alami selama bertahun-tahun.
Luka Lama yang Tak Sembuh
Berdasarkan penelusuran pihak kepolisian setempat, AL merupakan warga Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal.
Ia diketahui tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak utuh atau broken home. Masalah keluarga yang berlarut-larut ini diduga menjadi pemicu utama (triger) gangguan jiwa yang dideritanya.
Kapolsek Bawang, AKP Slamet, mengungkapkan bahwa kondisi AL sebenarnya sudah sering terpantau oleh warga di daerah asalnya.
"Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan memiliki latar belakang masalah keluarga yang cukup berat. Hal ini yang kemudian memicu gangguan psikologisnya semakin tidak terkontrol," ujar AKP Slamet.
"Teriakan" Lewat Media Sosial
Sebelum videonya viral di Bawang, AL sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda depresi melalui akun media sosial pribadinya. Camat Bawang, Suratno, menyebutkan bahwa AL sering mengunggah aktivitas serupa yang tidak wajar.
Bagi para ahli psikologi, perilaku semacam ini sering kali merupakan bentuk "mekanisme koping" yang keliru atau cara seseorang yang kehilangan arah untuk mencari perhatian dan bantuan, meski dilakukan dengan cara yang tidak tepat di ruang publik.
Evakuasi dan Harapan Pulih
Minggu malam, 29 Maret 2026, suasana di kediaman koordinasi perangkat desa tampak haru saat petugas melakukan pendekatan humanis kepada AL. Tidak ada borgol atau kekerasan, petugas berusaha membujuknya agar mau dibawa ke fasilitas medis.
Kini, AL telah berada di bawah penanganan dokter spesialis jiwa di Semarang. Harapannya hanya satu, yaitu agar ia mendapatkan ketenangan yang selama ini tidak ia temukan di tengah konflik keluarganya.
Pesan untuk Netizen: Berhenti Menghujat
Pihak berwenang memberikan pesan kuat kepada pengguna internet. Di balik video yang mungkin dianggap lucu atau memalukan oleh sebagian orang, ada manusia yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan, bukan cacian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak. Berhenti menyebarkan video tersebut. Bayangkan jika itu adalah anggota keluarga kita. Mari kita berikan ruang bagi yang bersangkutan untuk sembuh," tegas Kapolsek Bawang.