PanturaNews (Brebes) – Seorang pria berinisial DD (52), warga asal salah satu Desa di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes akhirnya bisa bernapas lega setelah berpuluh-puluh tahun hidup dalam penderitaan fisik yang misterius.
Rasa sakit yang tak kunjung sembuh meski sudah berobat medis berkali-kali itu, diduga kuat berkaitan dengan benda mistis berupa susuk yang pernah ia tanam/pasang di tubuhnya saat masa muda.
Penderitaan Selama Puluhan Tahun
Sejak usia 20-an, DD mengaku sering mengalami nyeri hebat di bagian tulang belakang dan persendian. Anehnya, setiap kali dilakukan pemeriksaan medis di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa kondisi fisiknya sehat dan tidak ditemukan penyakit kronis.
"Rasanya seperti ditusuk jarum setiap malam Jumat, tubuh terasa sangat berat, dan pikiran selalu gelisah. Saya sudah pasrah selama 20 tahun lebih," ujar DD saat ditemui di kediamannya, Minggu 29 Maret 2026.
Usut punya usut, DD teringat bahwa di masa mudanya, ia pernah memasang beberapa buah susuk emas di bagian wajah dan tubuh dengan tujuan untuk meningkatkan kharisma dan kewibawaan saat bekerja.
Proses Penyembuhan Melalui Terapi Ruqyah
Pihak keluarga yang prihatin kemudian berinisiatif mengundang seorang praktisi pengobatan islami, Ustadz Samsul Rohman, dari Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes untuk melakukan terapi Ruqyah.
Metode ini dipilih karena diyakini dapat memutus ikatan sihir atau gangguan jin yang seringkali menempel pada benda-benda klenik di dalam tubuh.
Proses ruqyah berlangsung khidmat namun menegangkan. Selama dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an, DD sempat mengalami reaksi hebat berupa mual hingga gemetar.
"Alhamdulillah, dengan izin Allah, setelah dilakukan pembacaan ayat-ayat pembatal sihir, pasien merasakan ada sesuatu yang 'lepas' dari pundak dan wajahnya. Ia sempat muntah hebat, yang merupakan reaksi umum pembersihan energi negatif dalam metode ruqyah," terang Ustadz Samsul.
Pasca menjalani terapi ruqyah, DD mengaku badannya terasa jauh lebih ringan dan rasa nyeri yang menghantuinya selama puluhan tahun kini berangsur hilang.
Ia menyatakan bertaubat dan menyesali perbuatannya di masa lalu yang menggunakan sarana syirik untuk mencari keuntungan duniawi.
Ustadz Syamsul kepada masyarakat agar tidak sekali-kali mencoba memasang susuk atau menggunakan jimat dalam bentuk apa pun.
Sebab, selain berdampak pada kesehatan fisik yang tidak wajar, penggunaan susuk secara syariat dapat merusak akidah.
"Untuk itu, kembalilah pada jalan yang diridhai dan percayalah bahwa kekuatan serta perlindungan hanya datang dari Allah SWT," pungkasnya.