Para petinju yang akan bertarung Brebes Super Fight melakukan penimbangan badan. (FT: Kuntoro)
PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 12 petinju profesional siap bertarung dalam kejuaraan Nasional Brebes Super Fight, di GOR Sasaran Krida Adhi Karsa, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu 27 Nopember 2010. Mereka akan bertarung memperebutkan enam sabuk emas.
Kejuaraan tinju yang digelar LP2TRI Production Boxing itu, rencananya akan dibuka Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo dan dihadiri Wakil Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, serta sejumlah pejabat Pemkab Brebes.
Ketua Panitia Brebes Super Fight, Jamaludin, Jumat 26 November 2010, mengatakan, kejuaraan tinju nasional itu masuk dalam versi Komite Tinju Profesional Indonesia (KTPI) yang diketua Ruhut Sitompul SH.
Enam sabuk emas yang diperebutkan meliputi sabuk emas Gubernur untuk kelas bulu 50,8 Kg, sabuk emas Bupati Brebes untuk kelas 53,8 Kg, sabuk emas Ketua Umum KTPI untuk kelas bantam junior 52,3 Kg, sabuk emas Penasehat DPN LP2TRI untuk kelas 55,3 Kg, sabuk emas Ketua DPC Partai Demokrat Brebes untuk kelas junior 58,9 Kg dan sabuk emas Kapolres Brebes untuk kelas bantam junior 52,2 Kg.
"Ini merupakan kejuaraan tinju kali pertama yang kami gelar," ujar Jamaludin seusai tekhnikal meeting dan penimbangan badan peserta Super Fight di Aula Hotel Dedy Jaya Brebes.
Menurut dia, kejuaraan nasional itu diselenggarakan tidak lain sebagai upaya untuk menghidupkan lagi dunia olah raga tinju di Brebes. Sebab, sejauh ini diketahui banyak altet tinju profesional dari kota bawang, tetapi tidak bisa berkembang di daerahnya. Mereka justru maju atas nama kota lain.
"Ini sebagai langkah awal kami dalam mendongkrak dunia tinju di Brebes. Selain akan membentuk kepengurusan KTPI, kami juga rencananya membentuk sasana sebagai tindak lanjut dari kejuaraan ini," ungkapnya.
Sebelum para petinju bertanding, Sabtu pagi mereka akan diarak keliling Kota Brebes dengan menggunakan dokar. Rombongan akan dikawal puluhan sepeda antik dari Pasti Brebes.