PanturaNews (Tegal) – Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan satu keluarga terjadi di Ruas Jalan Tol Pemalang-Batang KM 290-B, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Kamis pagi, 19 Maret 2026. Peristiwa tragis ini menewaskan empat orang anggota keluarga, sementara seorang balita berusia tiga tahun dilaporkan dalam kondisi kritis.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Tegal, Iptu Henry Ade Birawa, mengatakan, kecelakaan terjadi saat mobil minibus yang ditumpangi keluarga tersebut menabrak bagian belakang bus Agra Mas yang sedang berhenti di bahu jalan.
"Mobil melaju dari arah barat menuju Petarukan, Kabupaten Pemalang. Diduga pengemudi mengantuk sehingga kehilangan kendali dan menghantam bus yang terparkir," ujar Henry saat memberikan keterangan pers di Tegal, Kamis siang.
Identitas Para Korban
Berdasarkan data yang dihimpun dari RS Siaga Medika Pemalang, empat korban meninggal dunia merupakan satu kesatuan keluarga yang terdiri atas pasangan suami istri dan dua anak mereka.
Berikut identitas korban tewas: 1. Gunawan (42) – Suami sekaligus pengemudi minibus.
2. Devi Agustina (33) – Istri.
3. Nafisah Maisaroh (11) – Anak pertama.
4. Narendra Dewan Gaozan (8) – Anak kedua.
Sementara itu, korban selamat adalah seorang balita bernama Murel Arshaka Sachid (3).
Saat ini, Murel tengah menjalani perawatan intensif di ruang IGD karena mengalami luka serius di bagian kepala dan dada.
Dugaan Faktor Kelelahan
Pihak kepolisian menyatakan bahwa lokasi kejadian di KM 290 merupakan titik rawan lelah bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh.
Dugaan sementara, Gunawan selaku sopir tidak menyadari keberadaan bus di depannya karena kondisi fisik yang menurun akibat mengantuk.
Hingga berita ini diturunkan, bangkai kendaraan minibus yang mengalami kerusakan parah di bagian depan telah dievakuasi ke pos polisi terdekat. Polisi juga tengah memintai keterangan dari sopir bus Agra Mas untuk melengkapi berkas penyelidikan.
Pihak RS Siaga Medika Pemalang menyatakan bahwa jenazah keempat korban sedang dipersiapkan untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Petarukan guna proses pemakaman.