PanturaNews (Pekalongan) - Sebanyak 17 pemudik asal Tegal telantar di rest area Km 338 Tol Pekalongan setelah mengikuti program mudik gratis tujuan Semarang, Selasa, 17 Maret 2026.
Rombongan yang terdiri dari lansia hingga anak-anak tersebut terpaksa diturunkan karena rute bus penyelenggara tidak melewati titik tujuan mereka di Tegal.
Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Ronny Hidayat, mengonfirmasi pihaknya menerima laporan mengenai belasan pemudik yang membutuhkan bantuan di pos pengamanan rest area tersebut.
"Mereka ikut mudik gratis dari Jakarta dengan tujuan akhir Semarang. Karena tujuan aslinya ke Tegal, mereka meminta turun di rest area dan mendatangi pos kami untuk meminta bantuan," ujar Ronny.
Alasan Salah Jurusan
Salah satu pemudik, Suharjo, mengaku terpaksa mengambil bus tujuan Semarang meski ingin pulang ke Tegal demi menghemat biaya. Namun, pihak awak bus menolak menurunkan penumpang di pinggir jalan karena harus mematuhi rute resmi penyelenggara menuju terminal akhir.
"Kami sebenarnya dari Jakarta mau ke Tegal. Tetapi karena ikut mudik gratis, diarahkan ke Semarang. Teman-teman akhirnya minta diturunkan di sini (rest area) saja," kata Suharjo.
Hal senada diungkapkan Sukarso, pemudik lainnya. Ia menyebut keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama mereka nekat mengikuti program tersebut meski rutenya tidak sesuai.
"Kami maunya turun di Tegal, tapi tidak diperbolehkan oleh sopir karena menyalahi aturan," tuturnya.
Dievakuasi Polisi
Melihat kondisi rombongan yang membawa anak-anak dan lansia, Polres Pekalongan segera mengambil langkah diskresi. Atas instruksi Kapolres Pekalongan, jajaran Satlantas mengerahkan kendaraan dinas untuk menjemput dan mengantarkan ke-17 orang tersebut langsung ke alamat tujuan di Tegal.
"Kami melihat ada ibu-ibu dan lansia, tentu kami perlu membantu agar mereka sampai ke tujuan dengan selamat. Seluruh rombongan kami antar sampai ke Tegal agar bisa segera berkumpul dengan keluarga," pungkas Ronny.