PanturaNews (Pemalang) – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menjenguk korban robohnya tembok bekas Gedung Bioskop Sultan yang menjalani perawatan di RS Prima Medika, Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam kunjungannya, Anom memastikan para korban telah mendapatkan penanganan medis yang optimal.
"Alhamdulillah, laporan dari tim medis menyatakan bahwa korban telah mendapatkan penanganan intensif dan kondisinya kini terus membaik," ujar Anom saat ditemui di lokasi, Selasa.
Ia juga menekankan bahwa insiden ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi semua pihak.
"Kejadian ini adalah pengingat bagi kita semua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan keselamatan di lingkungan sekitar," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin pagi, 16 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Korban diketahui bernama Septi Meriana (38) dan putranya, Adrian Safey.
Keduanya tertimpa reruntuhan tembok sepanjang 20 meter saat melintas menggunakan sepeda motor Honda PCX di Jalan Sindoro, Kelurahan Mulyoharjo.
Berdasarkan rekaman CCTV, tembok ambruk secara tiba-tiba dari sisi barat ke timur tepat saat motor korban berada di titik jatuhnya material. Saksi mata di lokasi, Amudi (33), menyebutkan situasi sempat mencekam karena debu reruntuhan langsung menyelimuti jalanan.
"Saya dengar suara gemuruh, tiba-tiba tembok rubuh semua. Yang paling parah ibu-ibu sama anaknya itu," kata Amudi.
Akibat hantaman material beton tersebut, Septi dan Adrian dilaporkan mengalami luka serius berupa patah tulang pada kaki kanan. Hingga saat ini, keduanya masih dalam observasi intensif oleh tim dokter RS Prima Medika.
Dugaan sementara, ambruknya tembok tua tersebut dipicu oleh proyek penggalian gorong-gorong yang tengah berlangsung di lokasi. Penggalian drainase yang terlalu dalam ditengarai menggerus pondasi bawah tembok hingga melemahkan struktur penyangganya.
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya unsur kelalaian dalam proyek konstruksi tersebut. Jalan Sindoro juga sempat ditutup total guna proses evakuasi dan pembersihan material menggunakan alat berat.