Selasa, 17/03/2026, 12:07:40
Mahasiswi PG PAUD UNY Ambil Peran Pemulihan Psikososial Anak Pascabanjir di Aceh Tamiang
OLEH: LUTHFI ARVELINA
.

Dari Yogyakarta ke Lokasi Bencana: bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat...

PASCABANJIR besar yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, meninggalkan berbagai dampak bagi masyarakat. Tidak hanya pada kerusakan fisik lingkungan, tetapi juga pada kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak.

Dalam upaya membantu proses pemulihan tersebut, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), turut ambil bagian dalam kegiatan pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir.

Mahasiswi tersebut, salah satunya adalah saya (Luthfi Arvelina) bersama mahasiswa Universitas Samudra melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Kolaborasi di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan ini berlangsung pada 10 Januari hingga 9 Februari 2026 lalu, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana.

Desa Kebun Tanjung Seumantoh menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, sarana pendidikan, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Tidak hanya itu, banyak anak-anak yang mengalami perubahan emosional akibat pengalaman bencana yang mereka alami. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN bersama masyarakat setempat melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemulihan psikososial anak.

Kegiatan tersebut meliputi trauma healing melalui aktivitas seni seperti menggambar, mewarnai, dan membuat kolase. Kegiatan kreatif ini dirancang agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka secara lebih positif, sekaligus mengembalikan keceriaan setelah mengalami situasi bencana.

Selain kegiatan seni, mahasiswa juga melaksanakan program “Rumoh Pulih” yang berisi psikoedukasi sederhana bagi anak-anak. Program ini bertujuan membantu anak-anak mengenali emosi mereka, memahami cara sederhana mengelola perasaan takut atau cemas, serta membangun kembali rasa aman setelah bencana.

Kegiatan lainnya yang turut dilaksanakan adalah pembentukan “Kader Siaga Rumoh Pulih” bagi anak-anak madrasah. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan dengan konsep dukungan psikologis dasar atau Psychological First Aid (PFA) secara sederhana, sehingga mereka dapat saling mendukung dan memahami perasaan teman sebaya ketika menghadapi situasi sulit.

Tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, mahasiswa juga menggabungkan kegiatan tersebut dengan aktivitas edukatif seperti pendampingan belajar, pembagian buku dan alat tulis, serta permainan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak pascabencana.

Menurut saya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi anak-anak yang menjadi kelompok rentan dalam situasi bencana.

“Anak-anak sering kali menjadi pihak yang paling terdampak secara emosional setelah bencana. Melalui kegiatan ini, saya bersama mahasiswa lainnya, berharap mereka dapat kembali merasa aman, berani mengekspresikan perasaan, serta kembali ceria dalam menjalani aktivitas sehari-hari,”.

Kegiatan pemulihan psikososial ini mendapatkan respons positif dari masyarakat dan pihak madrasah setempat. Anak-anak terlihat lebih antusias mengikuti berbagai kegiatan kreatif yang dilaksanakan setiap sore setelah kegiatan mengaji.

Selain kegiatan psikososial, mahasiswa KKN juga turut berkontribusi dalam pemulihan lingkungan desa melalui kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas umum, membantu distribusi bantuan bagi warga terdampak, serta mendukung pendataan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen akibat banjir.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk dari Yogyakarta yang menempuh perjalanan jauh ke lokasi bencana, menjadi bukti nyata semangat solidaritas dan kepedulian generasi muda terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini diharapkan proses pemulihan pascabencana di Desa Kebun Tanjung Seumantoh dapat berjalan secara bertahap, tidak hanya pada aspek fisik lingkungan, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi masa depan.

Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai bidang tersebut, mencerminkan pendekatan pemulihan yang menyeluruh dan terintegrasi serta berkelanjutan.

Masyarakat pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi, bantuan tenaga, maupun dukungan moral pascabencana.

Melalui sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, sekolah, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan KKN ini dapat menjadi fondasi awal bagi pemulihan berkelanjutan, serta penguatan ketahanan masyarakat Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang di masa mendatang.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita