MAHASISWA Institut Pertanian Bogor (IPB) University bersama mahasiswa Jepang yang tergabung dalam program Six University Initiative Japan-Indonesia Service Learning Programme 2026, mengadakan kegiatan pembelajaran interaktif bersama siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Jayamekar, Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat 27 Februari 2026 ini, menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk memberikan pelayanan edukatif kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta belajar, tetapi juga berbagi pengalaman, pengetahuan, serta semangat baru bagi anak-anak di desa.
Program Six University Initiative Japan-Indonesia Service Learning Programme (SUIJI-SLP) 2026, merupakan kerja sama beberapa perguruan tinggi Indonesia dan Jepang yang bertujuan memberikan pengalaman belajar lintas budaya melalui kegiatan service learning.
Program ini mendorong mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami realitas sosial sekaligus menghadirkan pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SDN 2 Jayamekar, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu siswa kelas 4 serta siswa kelas 5 dan 6. Pembagian ini dilakukan agar materi yang disampaikan dapat menyesuaikan usia serta cara belajar siswa. Suasana kelas pun berlangsung hangat dan interaktif karena mahasiswa berusaha menghadirkan metode belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kegiatan kelas kelas 4, difokuskan pada pengenalan cita-cita dan impian masa depan. Siswa diajak bermain menggunakan wayang cita-cita, yaitu media sederhana yang menampilkan berbagai profesi seperti dokter, guru, dan polisi.
Melalui permainan ini, siswa diajak mengenal berbagai pilihan pekerjaan sekaligus menceritakan mimpi yang ingin mereka capai, meskipun sebagian dari mereka sebelumnya belum pernah benar-benar memikirkan cita-cita mereka di masa depan.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan aktivitas “Awan Harapan”, siswa diajak untuk menuliskan cita-cita dan harapan mereka pada media berbentuk awan. Melalui kegiatan sederhana tersebut, anak-anak mulai berani mengungkapkan mimpi mereka, mulai dari ingin menjadi guru, polisi, hingga dokter.
Bagi sebagian siswa, ini menjadi pertama kalinya mereka menuliskan harapan tentang masa depan mereka sendiri, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian untuk bermimpi sekaligus memotivasi mereka agar terus berusaha meraih cita-cita.
Sementara itu, pada kelas 5 dan 6, kegiatan difokuskan pada pengenalan budaya Jepang. Kegiatan diawali dengan menonton cuplikan film pendek yang mengandung pesan moral, kemudian siswa diminta menyampaikan pendapat mereka mengenai nilai yang bisa dipelajari dari film tersebut. Diskusi sederhana ini membantu siswa memahami bahwa cerita dari negara lain pun dapat memberikan pelajaran hidup yang bermakna.
Mahasiswa kemudian memperkenalkan beberapa ungkapan dasar dalam bahasa Jepang seperti ucapan terima kasih, permisi atau maaf, serta selamat pagi. Siswa juga berkesempatan melihat langsung mahasiswa Jepang mengenakan pakaian tradisional yukata serta ikat kepala Jepang atau hachimaki, yang membuat suasana kelas semakin antusias.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan huruf Jepang hiragana, di mana siswa mencoba menulis nama mereka sendiri menggunakan aksara Jepang. Melalui pengalaman ini, siswa tidak hanya mengenal budaya dari negara lain, tetapi juga mulai memahami bahwa dunia memiliki banyak kesempatan yang bisa mereka jelajahi.
Mahasiswa berharap pengalaman sederhana tersebut dapat membuka wawasan siswa bahwa mereka pun memiliki kesempatan untuk bermimpi lebih besar, termasuk melanjutkan pendidikan, memiliki teman dari berbagai negara, bahkan suatu hari belajar di luar negeri.
Sebagai penutup kegiatan, siswa diajak menulis surat harapan yang ditujukan kepada orang tua maupun kepada diri mereka di masa depan. Melalui surat tersebut, siswa diberikan ruang untuk menuliskan cita-cita, harapan, serta semangat mereka untuk meraih mimpi.
Beberapa siswa kemudian membacakan surat mereka di depan kelas, menciptakan suasana yang penuh haru ketika mereka menyampaikan harapan untuk membahagiakan orang tua dan meraih masa depan yang lebih baik.
Siswa SDN 2 Jayamekar membacakan surat harapan mereka di depan kelas, setelah kegiatan menulis surat bersama mahasiswa IPB dalam program SUIJI-SLP 2026. Salah satu siswa menuliskan dalam suratnya:
“Aku ingin menjadi dokter. Aku ingin sekolah sampai lulus, agar aku bisa menolong banyak orang dan ingin anak Indonesia selalu sehat, kuat, dan cerdas. Menurutku menolong itu sangat menyenangkan walaupun aku harus melalui semuanya dengan belajar keras.”
Surat tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan kehidupan desa, anak-anak masih menyimpan mimpi dan harapan besar untuk masa depan mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa-siswi SDN 2 Jayamekar dapat semakin termotivasi untuk belajar dan berani bermimpi.
Pertemuan singkat antara mahasiswa Indonesia, mahasiswa Jepang, dan anak-anak desa ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan kepedulian dapat menghadirkan harapan baru. Diharapkan pengalaman sederhana tersebut dapat terus diingat oleh para siswa sebagai dorongan untuk terus belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita mereka di masa depan.