PanturaNews (Pemalang) – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga awal Maret 2026, program ini tercatat telah menjangkau sekitar 284.000 siswa di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang.
Dalam kunjungan kerjanya pada Senin (2/3), Menko Zulkifli Hasan meninjau langsung pelaksanaan program di tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) berbeda.
Dia didampingi langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, untuk melihat proses distribusi dan kualitas gizi makanan yang disajikan.
Menko Zulkifli Hasan memuji kesiapan infrastruktur dapur MBG di Pemalang yang kini telah mencapai 126 lokasi. Jumlah ini direncanakan akan terus bertambah seiring dengan peningkatan kebutuhan siswa di lapangan.
"Kehadiran Pak Menko menjadi motivasi besar bagi kami di daerah. Beliau tidak hanya meninjau, tapi juga memberikan bantuan tablet untuk para siswa sebagai pendukung sarana belajar," ungkap Bupati Anom Widiyantoro.
Selain meninjau program makan gratis, kunjungan ini juga memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal Asta Cita Presiden RI.
Menko Pangan memberikan atensi khusus pada penguatan Koperasi Merah Putih dan distribusi bantuan pangan di Pemalang.
Bupati Anom menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG di Pemalang didukung oleh kondisi ketahanan pangan daerah yang sangat stabil.
Surplus Produksi: Tahun lalu, Pemalang mencatatkan surplus gabah lebih dari 50.000 ton.
Target 2026: Pemkab akan fokus pada penyediaan bibit dan pupuk murah bagi petani untuk menjamin ketersediaan bahan baku MBG secara berkelanjutan.
Anom menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar lebih inklusif. Kedepannya, layanan gizi ini tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga:
Warga Lanjut Usia (Lansia)
Ibu Hamil
Anak-anak penderita stunting
"Ini adalah bagian dari program nasional. Kami ingin memastikan asupan gizi anak-anak terpenuhi sehingga mereka memiliki tumbuh kembang yang baik untuk masa depan Indonesia," pungkas Anom.