PanturaNews (Brebes)-- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes mulai memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, kecelakaan, hingga bencana banjir di wilayahnya menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Pemetaan ini dilakukan guna meminimalkan risiko penumpukan kendaraan dan fatalitas kecelakaan di jalur krusial Jawa Tengah.
Kasatlantas Polres Brebes, AKP Zaenurrozak menyatakan pihaknya telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengamankan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Kami telah memetakan daerah rawan kemacetan dan kecelakaan sebagai antisipasi kepadatan arus mudik nanti," ujar Zaenurrozak, Kamis (26/2).
Berdasarkan hasil pemetaan bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Jalur Pantura masih menjadi perhatian utama, khususnya di titik Pasar Bulakamba. Aktivitas pedagang yang memakan bahu jalan disebut menjadi pemicu utama hambatan arus.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak pasar dan Satpol PP Brebes agar aktivitas pedagang lebih tertib dan tidak mengganggu jalan," tegasnya.
Selain Pantura, potensi sumbatan arus juga diprediksi terjadi di jalur selatan, tepatnya di Pasar Linggapura, Tonjong. Lokasi ini menjadi titik krusial karena berada di area penyempitan jalan (bottle neck) pada jalur utama penghubung Pejagan-Banyumas.
Terkait kerawanan kecelakaan, kepolisian menyoroti wilayah Pantura Bulakamba sebagai zona merah. Pasalnya, wilayah ini merupakan titik jenuh atau titik lelah bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh dari Jakarta.
"Jalur rawan kecelakaan ada di Pantura Bulakamba. Kami akan melakukan patroli rutin di semua lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi," imbuh Zaenurrozak.
Tak hanya faktor lalu lintas, tantangan alam juga membayangi pemudik. Wilayah Ketanggungan diminta menjadi perhatian khusus karena kerap terendam banjir saat intensitas hujan tinggi, yang berpotensi melumpuhkan akses Pejagan-Banyumas.
Di sisi lain, kondisi infrastruktur pada jalur alternatif di Desa Bulakelor terpantau masih mengalami kerusakan berupa aspal terkelupas dan berlubang. Padahal, jalur ini menjadi tumpuan saat diberlakukannya sistem satu arah (one way).
Sementara itu, perbaikan jalan berlubang di Jalur Pantura, tepatnya di sebelah barat Jembatan Kali Pemali, hingga kini masih terus dikebut oleh petugas di lapangan guna memastikan keamanan aspal saat dilalui jutaan kendaraan pemudik.