PanturaNews (Tegal) – Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kian memprihatinkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi terus meningkat mencapai 2.453 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci bahwa para pengungsi terdiri dari 945 laki-laki dan 982 perempuan.
Kelompok rentan juga menjadi perhatian serius dengan rincian 220 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, dan 65 batita, serta didominasi oleh 1.049 remaja dan 894 dewasa.
"Tim BNPB telah bersiaga di lokasi terdampak untuk mendampingi pemerintah daerah serta menyalurkan bantuan logistik dan makanan," ujar Abdul Muhari, Selasa 10 Februari 2026.
Saat ini, para pengungsi tersebar di delapan titik posko, di antaranya Majlis Az Zikir wa Rotibain, SDN 2 Padasari, Gedung Serbaguna Desa Penujah, hingga beberapa titik di Desa Tamansari dan Desa Mokaha.
Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak melalui SK Nomor 100.3.3.2/127/2026. Status ini berlaku hingga 16 Februari 2026.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa pergerakan tanah masih bersifat dinamis dan telah merusak ratusan rumah warga.
"Kami memprioritaskan keselamatan warga melalui pemantauan ketat dan evakuasi ke titik-titik aman," kata Ischak.
Selama masa tanggap darurat 14 hari ini, fokus utama pemerintah adalah pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk operasional dapur umum yang mampu menyediakan sekitar 1.050 porsi makanan setiap kali makan.
Rencana Relokasi Jangka Panjang
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan penanganan tidak hanya berhenti pada fase darurat. Dalam rapat koordinasi di Posko Terpadu Kesehatan Desa Padasari, Rabu (4/2), ia menginstruksikan percepatan penyediaan Hunian Sementara (Huntara) hingga Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni.
"Kita tidak bisa hanya memberi bantuan lalu selesai. Semua yang membutuhkan Huntara dan Huntap harus di-back up. Saya minta seluruh unsur siaga agar tidak ada kejadian susulan yang tidak tercover," tegas Luthfi.