KEAMANAN psikologis dan fisik siswa di lingkungan sekolah merupakan fondasi utama dalam proses belajar mengajar. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes Kelompok 6 Desa Negaradaha gelar sosialisasi bertajuk "Kelas Ceria Tanpa Bullying" di SMP BU NU 2 Bumiayu, Selasa 3 Februari 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini, bertujuan untuk membekali para siswa dengan pemahaman mengenai bahaya perundungan (bullying), serta pentingnya pencegahan pelecehan seksual sejak dini di lingkungan pendidikan.
Acara dibuka dengan suasana hangat yang langsung mencairkan suasana antara mahasiswa dan para siswa. Dalam sesi inti, tim KKN UPB memaparkan materi secara akademis namun mudah dicerna mengenai berbagai bentuk bullying (perundungan), mulai dari verbal hingga fisik, serta dampak psikologis jangka panjang yang dapat dialami oleh korban.
Selain isu bullying, sosialisasi ini juga menyentuh topik krusial mengenai pencegahan pelecehan seksual. Edukasi ini bersifat universal dan sangat penting diberikan agar siswa memahami batasan-batasan fisik, mengenali tanda-tanda bahaya, serta berani bersuara atau melapor jika melihat atau mengalami tindakan yang tidak menyenangkan.
Salah satu momen paling menyentuh dalam kegiatan ini adalah saat siswa diajak berpartisipasi dalam pembuatan "Pohon Ungkapan". Melalui media ini, setiap siswa diminta menuliskan perasaan, harapan, atau pengalaman yang selama ini mereka simpan di dalam hati pada selembar kertas.
Kertas-kertas tersebut kemudian ditempelkan pada dahan-dahan pohon buatan yang telah disiapkan. Secara psikologis, metode ini merupakan bentuk katarsis atau pelepasan emosi yang positif. Pohon tersebut kini menjadi simbol komitmen bersama bahwa di SMP BU NU 2 Bumiayu, setiap suara didengar dan setiap siswa berhak merasa aman serta bahagia tanpa rasa takut akan diskriminasi atau kekerasan.
Kepala sekolah dan para guru SMP BU NU 2 Bumiayu memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UPB. Kehadiran mahasiswa dianggap mampu memberikan pendekatan yang lebih segar dan setara (peer-to-peer) sehingga siswa lebih terbuka dalam berdiskusi mengenai isu-isu sensitif.
"Kami ingin sekolah menjadi tempat yang penuh keceriaan, di mana setiap anak bisa berkembang tanpa bayang-bayang perundungan. Melalui Pohon Ungkapan, kami melihat betapa besarnya harapan mereka untuk lingkungan yang saling menghargai," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 6.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, guru, dan para siswa di depan Pohon Ungkapan yang telah penuh dengan pesan-pesan harapan. Melalui program ini, diharapkan semangat toleransi dan kasih sayang dapat terus tumbuh, menjadikan SMP BU NU 2 Bumiayu sebagai contoh institusi pendidikan yang sehat secara fisik maupun mental.
Tim Mahasiswa KKN UPB Kabupaten Brebes, Kelompok 6 di Desa Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes:
Bunga Rintan Nazaria (Fakultas Sains dan Teknologi), Ismi Wulan Agustin (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Diandra Annisa Putri (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Jualita Makarima Insa (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Yessy Indriani Agustina (Fakultas Ekonomika dan Bisnis).
Meri Aguk Setiani (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Firani Afrilia Putri (Fakultas Sains dan Teknologi), Muhammad Nur Ardiansyah (Fakultas Sains dan Teknologi), Wahidas Ahmad Sirin (Fakultas Sains dan Teknologi), dan Siti Zulaekha (Fakultas Ekonomika dan Bisnis).