Rabu, 04/02/2026, 21:00:11
250 Rumah Hilang Akibat Tanah Bergerak, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi
.

Gubernur Jateng Ahmad Luthf bersama Forkompimda Kabupaten Tegal sedang memberikan pengarahan terkait peristiwa tanah bergerak di Desa Padasari, Kabuoaten Tegal, Rabu (4/2/2026). Foto : Humas Pemprov Jateng

PanturaNews (Tegal) – Bencana tanah bergerak skala besar melanda Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menyebabkan sedikitnya 250 rumah warga dilaporkan hilang dan tidak mungkin lagi untuk ditempati. 

Menanggapi situasi darurat tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan langkah relokasi total bagi para korban terdampak.

Hal ini ditegaskan Gubernur saat memimpin rapat koordinasi darurat di Posko Terpadu Kesehatan, Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Rabu (4/2).

Gubernur Luthfi menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya memberikan bantuan logistik sementara. Mengingat kondisi tanah yang masih dinamis dan membahayakan keselamatan, relokasi ke Hunian Tetap (Huntap) menjadi prioritas utama.

"Ada sekitar 250 rumah yang hilang dan tidak bisa dibangun lagi. Ini harus jadi prioritas. Jangan sampai bencana selesai, tetapi masyarakat malah keleleran," tegas Ahmad Luthfi di hadapan jajaran Forkompinda Pemkab Tegal.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyampaikan beberapa poin. Diantaranya adalah dengan nenyiapkan Hunian Sementara sesegera mungkin sebelum pindah ke Hunian Tetap.

Kemudian, perbaikan jembatan yang putus harus ditangani maksimal dalam 3 hari dan tuntas dalam satu minggu.

Selain itu, Pemkab Tegal diminta segera memetakan lahan dengan dasar hukum yang jelas untuk lokasi relokasi, sementara pembangunan fisik akan ditanggung Pemerintah Provinsi.

Gubernur juga menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 300 juta untuk operasional darurat.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mengonfirmasi bahwa saat ini 804 jiwa telah diungsikan ke titik-titik aman. Pemerintah Kabupaten telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari.

"Kami fokus pada kebutuhan dasar. Dapur umum sudah beroperasi dengan kapasitas 1.050 porsi setiap kali makan untuk memastikan warga tidak kelaparan di pengungsian," ujar Ischak.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh unsur dari TNI, Polri, BPBD, dan SAR masih disiagakan penuh di lokasi guna mengantisipasi pergerakan tanah susulan yang dilaporkan masih terus terjadi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita